TVRINews, Jakarta
Ganda Putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum membuka langkah mereka di Indonesia Open 2026 dengan kemenangan pada babak 32 besar.
Pasangan tuan rumah itu mengalahkan rekan senegaranya, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dua gim langsung 22-20, 21-17 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

(Ganda Putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq))
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Rachel/Febi yang saat ini mulai diproyeksikan sebagai salah satu pasangan masa depan Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Rachel mengaku bersyukur bisa melewati pertandingan perdana tanpa kendala. Meski menghadapi pasangan yang lebih muda, ia menilai lawan mampu memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan sepanjang pertandingan.
"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apa pun. Senang juga bisa bertanding melawan junior karena mereka memberikan perlawanan yang bagus dan tidak mudah dimatikan. Tadi kami mencoba bermain lebih tenang, terutama dalam mengontrol kondisi lapangan dan angin. Itu yang saya rasa menjadi pembeda," ujar Rachel kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 2 Juni 2026.
Atmosfer Istora yang dipadati penonton juga memberikan motivasi tambahan bagi pasangan muda Indonesia tersebut. Rachel mengaku menikmati dukungan yang diberikan publik tuan rumah sepanjang pertandingan.
"Seru banget. Banyak yang datang menonton dan memanggil nama kami. Itu membuat suasana pertandingan jadi lebih menyenangkan," ucap Rachel.

(Ganda Putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq))
Hal senada diungkapkan Febi. Ia merasa senang bisa kembali merasakan atmosfer Indonesia Open di Istora dan berharap mampu memberikan hasil terbaik sepanjang turnamen.
"Senang bisa kembali bermain di sini. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik," kata Febi.
Meski baru melewati babak pertama, Rachel/Febi sudah memiliki target yang cukup tinggi pada turnamen level Super 1000 ini. Febi mengungkapkan mereka membidik setidaknya bisa menembus semifinal.
"Kalau target pribadi tentu ada. Kami ingin bisa mencapai semifinal. Tapi yang terpenting sekarang menikmati dan menjalani pertandingan satu per satu dulu," tutur Febi.
Pada babak berikutnya, Rachel/Febi kemungkinan akan menghadapi tantangan lebih berat. Mereka masih menunggu pemenang pertandingan antara unggulan keempat asal Tiongkok, Jia Yifan/Zhang Shuxian, melawan pasangan Amerika Serikat Francesca Corbett/Jennie Gai.
Rachel mengakui pihaknya sudah mulai mempersiapkan diri jika harus berhadapan dengan pasangan Tiongkok tersebut. Pengalaman dari pertemuan-pertemuan sebelumnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi.
"Kalau memang bertemu pasangan Tiongkok, kami sudah beberapa kali bertemu mereka sebelumnya. Banyak hal yang bisa dipelajari dari pertemuan terakhir dan itu akan kami evaluasi lagi untuk pertandingan berikutnya," tutur Rachel.
Selain memburu hasil terbaik di Indonesia Open, Rachel/Febi juga mendapat suntikan motivasi setelah masuk dalam proyeksi PBSI menuju race Olimpiade.
Rachel mengaku bangga dengan kepercayaan tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang.
"Saya pribadi tentu senang dan bangga karena semua atlet pasti punya mimpi bermain di Olimpiade. Ketika kami diproyeksikan ke sana, itu menjadi motivasi besar untuk terus berkembang dan berusaha meraih prestasi terbaik," kata Rachel.
Sementara itu, Febi menegaskan target Olimpiade hanya bisa dicapai melalui kerja keras dan peningkatan kualitas secara konsisten.
"Kami harus latihan lebih keras lagi supaya bisa mencapai Olimpiade," ujar Febi.










