TVRINews, Jakarta
Ganda Campuran Indonesia Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti memang harus mengakhiri langkah lebih cepat di Indonesia Open 2026.
Namun, turnamen level Super 1000 tersebut menjadi pengalaman penting bagi keduanya dalam proses membangun kemitraan baru.
Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026, Bobby/Melati takluk dari pasangan Taiwan Liu Kuang Heng/Hsu Yin-Hui dengan skor 11-21, 23-21, 19-21 pada babak 32 besar.
Kekalahan itu terasa menyakitkan karena setelah mampu memaksakan rubber game dan merebut gim kedua secara dramatis, Bobby/Melati gagal memanfaatkan momentum pada poin-poin krusial gim penentuan.
Melati mengakui pasangan Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan.
Namun, sejumlah kesalahan sendiri di momen penting menjadi faktor yang membuat mereka gagal melangkah ke babak berikutnya.
"Kalau dari aku sangat disayangkan banget sih. Karena tadi kita bisa, cuma di poin-poin kritisnya banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak semestinya," ujar Melati kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 2 Juni 2026
Senada dengan rekannya, Bobby menilai kurangnya keberanian saat memasuki fase-fase penentuan pertandingan menjadi salah satu penyebab kekalahan mereka.
"Kalau dari saya sih kurang berani saja di poin-poin akhir. Banyak buang poin, kurang nekat, dan kurang detail di poin-poin kritis," kata Bobby.
Selain itu, Bobby juga mengakui masih melakukan banyak kesalahan pada sektor servis yang cukup merugikan pasangan Indonesia sepanjang pertandingan.
Meski gagal melangkah jauh, Indonesia Open 2026 tetap menjadi turnamen yang memiliki arti khusus bagi keduanya.
Bagi Melati, ini menjadi penampilan pertamanya kembali di ajang level Super 1000 sejak Indonesia Open 2023. Kala itu, ia berpasangan dengan Praveen Jordan.
Ia mengaku bersyukur bisa kembali merasakan atmosfer kompetisi elite dunia setelah memulai kembali perjalanan bersama pasangan baru dari level bawah.
"Yang pasti senang bisa kembali ke Super 1000. Tidak menyangka juga, dengan partner baru merintis dari bawah. Jadi senang sih yang pasti," ucap Melati.
Sementara itu, Indonesia Open 2026 menjadi pengalaman perdana Bobby tampil di turnamen level Super 1000.
Meski belum mampu memberikan hasil maksimal, pemain muda tersebut mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas permainannya.
"Pastinya senang sudah bisa merasakan bermain di level ini. Tapi masih banyak yang harus dibenahi. Yang paling penting saya harus lebih berani lagi terutama di poin-poin kritis," tutur Bobby.
Setelah Indonesia Open 2026, Bobby dan Melati berencana melakukan evaluasi bersama tim pelatih sebelum menentukan agenda turnamen berikutnya.
Keduanya berharap pengalaman bertanding di level Super 1000 dapat menjadi bekal untuk tampil lebih kompetitif pada turnamen-turnamen mendatang.










