TVRINews, Jakarta
Ganda Campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil berhasil melangkah ke babak 16 besar Indonesia Open 2026 setelah menaklukkan wakil Prancis Julien Maio/Lea Palermo di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Sebagai laga pembuka wakil tuan rumah, Adnan/Indah harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dalam tiga gim dengan skor 14-21, 21-19, 21-11.
Usai pertandingan, Adnan mengakui dirinya dan Indah sempat kesulitan menemukan ritme permainan pada gim pertama.
Menurutnya, faktor ketenangan menjadi masalah utama yang membuat mereka tertinggal lebih dulu.

(Ganda Campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq))
"Alhamdulillah bisa menang di babak pertama. Cuma dari segi permainan, di gim pertama kami kurang tenang dan terlalu terburu-buru. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba bermain lebih tenang," kata Adnan kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 2 Juni 2026.
Indah menambahkan karakter permainan lawan sempat membuat mereka kesulitan beradaptasi. Gerakan pasangan Prancis tersebut membuat mereka beberapa kali kehilangan antisipasi meski arah bola sebenarnya tidak terlalu sulit ditebak.
"Yang bikin kami agak kagok itu gerakan lawan. Padahal bolanya tidak ke mana-mana, tetap di situ, tapi gerakan mereka membuat kami sedikit kesulitan. Di gim kedua kami coba lebih antisipatif dan lebih tenang," ujar Indah.
Adnan juga mengakui dirinya sempat merasakan ketegangan pada awal pertandingan. Bermain di laga pembuka turnamen membuatnya membutuhkan waktu untuk kembali menemukan kenyamanan di lapangan.
"Jujur saya tegang di awal-awal pertandingan. Tapi setelah pertandingan berjalan, saya mulai terbiasa lagi," ucap Adnan.

(Ganda Campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq))
Pasangan Indonesia itu juga mengungkapkan komunikasi menjadi kunci saat mereka tertinggal satu gim lebih dulu. Tidak ada instruksi khusus, hanya saling mengingatkan dan memberikan dukungan satu sama lain.
"Pastinya ada rasa panik. Tapi kami saling support dan saling mengingatkan saja," tutur Adnan.
Kemenangan tersebut membawa Adnan/Indah menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di babak berikutnya. Mereka akan berhadapan dengan unggulan pertama asal Tiongkok, Feng Yanzhe/Huang Dongping.
Meski menghadapi pasangan elite dunia, Indah memilih menikmati pertandingan tanpa beban.
"Kalau saya lebih nothing to lose saja. Kami ingin mengeluarkan kemampuan terbaik dan memberikan yang terbaik di lapangan," kata Indah.
Senada dengan pasangannya, Adnan menilai fokus utama adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin tanpa terlalu memikirkan status lawan.
"Harus lebih siap lagi saja," ujar Adnan singkat.
Bermain di hadapan publik Istora juga menjadi suntikan motivasi tambahan bagi pasangan Indonesia tersebut. Adnan menilai atmosfer penonton tahun ini terasa semakin meriah dan memberikan energi positif di lapangan.
"Ini jadi motivasi buat kami untuk tampil maksimal. Tahun-tahun sebelumnya juga ramai, tapi sekarang terasa lebih penuh," ucap Adnan.
Sementara itu, Indah mengaku selalu menikmati kesempatan tampil di hadapan pendukung sendiri.
"Main di Indonesia itu salah satu yang paling menyenangkan. Apalagi didukung banyak masyarakat Indonesia. Rasanya setiap hari ingin terus bermain karena termotivasi oleh dukungan mereka," tutur Indah.
Terkait target musim ini, Adnan mengungkapkan bahwa setelah meraih gelar di level Super 300 (Thailand Masters 2026), fokus mereka kini mulai bergeser untuk bersaing lebih kompetitif di turnamen level Super 500 hingga Super 1000.
Meski demikian, ia menegaskan target utama tetap menjalani setiap pertandingan secara bertahap.
"Kalau target pasti ingin juara. Tapi kami fokus step by step dan memaksimalkan setiap pertandingan yang ada," kata Adnan.










