TVRINews – Bangkok
Olahraga perpaduan sepak bola dan tenis meja asal Hungaria ini kini mencuri perhatian global, Terutama di Arena Asian Games Jepang
Teqball diciptakan sedikit lebih dari satu dekade lalu di Hungaria, ketika dua orang teman mulai bermain sepak bola di atas meja tenis meja, sebelum akhirnya merancang meja lengkung khusus yang menjadi ciri khas permainan ini.
Olahraga baru tersebut kini dengan cepat memasuki arus utama. Pekan ini, teqball melakukan debutnya di Asian Games di Jepang, Kontingen Indonesia pun turut meramaikan kompetisi yang bersejarah di European Games dan African Games, dengan ambisi besar untuk menjadi cabang olahraga Olimpiade pada 2032.
Tim dari 16 negara akan bersaing dalam kompetisi tersebut, Asian Games musim ini juga akan menampilkan debut Olah raga padel serta virtual taekwondo sebuah olahraga nirsentuh yang menggunakan perangkat virtual reality.
Dari segi aturan, teqball dimainkan dengan sistem skor seperti tenis meja, baik dalam kategori tunggal maupun ganda. Para pemain diizinkan memukul bola sepak standar menggunakan bagian tubuh mana pun kecuali tangan.

(Teqball Tampil Debut di Asian Games ke-20 Jepang (Foto: AFP) )
Mereka memiliki batas maksimal tiga sentuhan sebelum mengembalikan bola ke area lawan, dengan aturan ketat bahwa pemain tidak boleh menggunakan bagian tubuh yang sama secara berturut-turut.
Aturan larangan menggunakan bagian tubuh yang sama secara beruntun inilah yang membuat olahraga tersebut menjadi sangat rumit, menurut Sekretaris Jenderal Federasi Teqball Internasional (FITEQ), László Vajda. Vajda menyebutkan bahwa dari 147 federasi nasional di seluruh dunia, Thailand saat ini merupakan kekuatan terkuat kutip media resmi Asian Games Aichi Nagayo Jepang.
Para penemu teqball di Hungaria memperkenalkan permainan ini sebagai perpaduan antara tenis meja dan sepak bola. Kendati demikian, publik Thailand melihat esensi yang berbeda.
"Kami berpendapat bahwa ini bukan sekadar sepak bola keterampilan dan cara Anda menggunakan gerakan lebih mirip dengan sepak takraw," kata Sekretaris Asosiasi Teqball Thailand, Mayor Jenderal Piyapat Jarunpong.
Sebagaimana teqball, sepak takraw dimainkan tanpa menggunakan tangan atau lengan, serta sangat mengandalkan kekuatan kaki dan kontrol bola melalui tendangan. Ketika Thailand memutuskan untuk merambah olahraga baru ini, mereka merekrut para atlet yang telah bertahun-tahun berlatih sepak takraw.
Reqball kini mulai bermunculan seiring kekhasan karakteristik masing-masing negara. Di Brasil, permainan banyak didominasi oleh dada dan kepala. Di Eropa Tengah khususnya Rumania, Hungaria, dan Polandia gaya dominan yang digunakan adalah smes samping (side smashes) berkat pengaruh kebiasaan lokal.
Sementara itu, di Asia, terutama Asia Tenggara, pengaruh sepak takraw sangat kental terlihat dari aksi lompatan ke belakang dan smes menggunakan kaki. Di Afrika dan Timur Tengah, corak permainannya cenderung sangat atletik dengan lompatan luar biasa dan teknik sepak bola yang kental.
Asosiasi Teqball Thailand berharap ajang Asian Games ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat luas di kawasan regional untuk mengenal lebih dekat cabang olahraga tersebut, sekaligus mendukung misi merekrut lebih banyak bibit atlet muda.










