TVRINews, Nagoya
Amri Syahnawi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti dipercaya menjadi kapten tim bulutangkis beregu putra dan putri Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keduanya terpilih melalui mekanisme voting yang dilakukan oleh anggota tim.
Amri mengaku terhormat mendapat kepercayaan tersebut. Ia bersama Fadia menjadi dua nama dengan perolehan suara terbanyak dalam pemungutan suara yang dilakukan melalui grup WhatsApp tim.

“Di grup WhatsApp tim ada beberapa nama yang bisa divoting untuk menjadi kapten. Ternyata saya dan Fadia yang dipilih paling banyak. Kami merasa terhormat dan siap menjalankan tugas ini,” kata Amri dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 18 September 2026.
Fadia juga mengaku terkejut setelah mengetahui jumlah suara yang diperolehnya. Menurutnya, proses voting melibatkan seluruh anggota tim, termasuk pemain putra dan para pelatih.
“Di grup itu kan campuran, ada tim putra dan tim putri. Pas saya lihat hasil votingnya kaget juga kok ada 15 suara, padahal tim putri hanya 10 orang. Ternyata pemain-pemain cowok dan pelatih juga voting untuk saya,” ujar Fadia.
Bagi Amri, peran tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjadi kapten dalam ajang beregu. Ia sempat merasa gugup dan sungkan, karena dalam skuad Indonesia terdapat sejumlah pemain senior, seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian.
“Awalnya memang agak gugup, agak tidak enak, tapi lama-lama sudah di sini kami sering bareng, jalan dan makan bareng. Ternyata suasananya semua cair. Bonding di tim juga cukup baik,” ucap Amri.
Dengan tanggung jawab tersebut, Amri dan Fadia berharap tim beregu Indonesia mampu menyumbangkan medali dari Asian Games 2026. Amri secara khusus menargetkan medali emas bersama tim putra.
“Kalau harapannya pasti kami bisa membawa pulang medali emas untuk tim putra. Semoga kami bisa selalu kompak dan hawa semangatnya terus dinaikkan,” tutur Amri.
Sementara, Fadia menekankan pentingnya kekompakan seluruh anggota tim putri. Ia meminta para pemain tidak gentar menghadapi lawan dan mengesampingkan sekat senioritas maupun junioritas.
“Untuk tim putri, kami berharap kami bisa mencapai target dengan mendapat medali. Jadi harus semangat, jangan takut lawan siapa pun. Saya sebagai kapten terus berpesan untuk semua agar membaur, kompak, dan tidak ada istilah senior-junior. Kita di sini satu untuk Indonesia,” ujar Fadia.
Tim bulutangkis Indonesia telah tiba di Nagoya pada Kamis, 17 September 2026 siang dan langsung menempati hotel yang telah disediakan.
Berbeda dari penyelenggaraan dengan perkampungan atlet terpusat, kontingen bulutangkis dari berbagai negara ditempatkan di sebuah hotel di kawasan Nagoya.
Hotel tersebut berjarak sekitar 27 kilometer dari arena pertandingan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Perjalanan menuju arena diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 40 menit.










