TVRINews, Bali
Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports yang berlangsung di Bali menjadi momentum penguatan kerja sama regional di sektor kepemudaan dan olahraga.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir membuka sesi Ministerial Forum dengan mengapresiasi kehadiran para menteri dan pejabat negara-negara Asia Tenggara yang membidangi pemuda dan olahraga.
Menurut Erick, kehadiran para delegasi menunjukkan komitmen bersama negara-negara kawasan dalam memperkuat kolaborasi pengembangan potensi generasi muda dan olahraga di Asia Tenggara.
Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menjadi inisiator forum ini karena menilai para pemimpin kawasan memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, sekaligus meningkatkan daya saing olahraga regional di tingkat dunia.
Erick menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Arus informasi yang tidak terbatas, perkembangan teknologi, tekanan ekonomi, hingga terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi persoalan yang harus direspons secara bersama.
Selain itu, isu kesehatan mental, kesetaraan kesempatan berkarya, dan perubahan iklim juga menjadi perhatian utama generasi muda saat ini.
Dalam forum tersebut, Erick menegaskan bahwa olahraga tidak lagi sekadar soal prestasi di lapangan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi melalui sport tourism dan sport industry.
“Saat ini olahraga telah berkembang menjadi industri yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan olahraga, sport tourism dan sport industry. Sehingga kesempatan untuk mengelola olahraga pun terbuka lebar, lebih dari sekadar permainan di atas lapangan,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia juga mendorong agar Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports digelar secara rutin setiap dua tahun dengan sistem tuan rumah bergilir di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai isu prioritas dibahas dalam forum ini, mulai dari kesehatan mental, kesempatan kerja, kewirausahaan, peningkatan kemampuan digital, hingga pemberdayaan pemuda.
Semangat kolaborasi yang dibangun dalam pertemuan tersebut mendapat respons positif dari seluruh delegasi peserta. Negara-negara peserta sepakat menjadikan forum ini sebagai agenda rutin kawasan.
Filipina bahkan telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya, sekaligus membuka dialog terkait transformasi SEA Games di masa depan.










