TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pentingnya menjaga integritas kompetisi sepak bola Indonesia melalui peningkatan kualitas wasit dan pemberantasan praktik pengaturan pertandingan atau match fixing.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan wasit di kompetisi Indonesia terus mengalami peningkatan. Tingkat akurasi keputusan wasit di kompetisi kasta tertinggi, Super League disebut meningkat dari 89,3 persen menjadi 90,7 persen.
“Liganya harus bersih dengan terus meningkatkan kualitas wasit. Dari catatan saya, kualitas wasit luar biasa. Yang dulunya 89,3 persen sekarang naik di 90,7 persen tingkat akurasinya, apalagi ada VAR,” ujar Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Ia menilai kehadiran Video Assistant Referee (VAR) menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan kredibilitas pertandingan.
Erick menegaskan kepuasan penonton harus menjadi perhatian karena publik tidak akan menerima kompetisi yang hasilnya dianggap telah diatur.
“Tidak mungkin penonton TV yang beli tiket ini hadir tanpa kepuasan hasil kalau hasilnya disetting. Itu penting,” kata Erick.
Peningkatan kualitas wasit juga terjadi di kompetisi kasta kedua. Erick menyebut tingkat akurasi wasit di Championship meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 75 persen menjadi 92,1 persen.
Selain kualitas perangkat pertandingan, Erick meminta seluruh klub dan pelatih menjaga daya saing kompetisi dengan menurunkan performa terbaik dalam setiap pertandingan. Menurutnya, pertandingan yang kompetitif akan berdampak terhadap kualitas kompetisi dan minat publik.
Ia juga menyoroti potensi persoalan yang dapat muncul menjelang akhir musim, terutama ketika posisi klub di papan atas maupun bawah klasemen telah ditentukan.
Erick pun memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan terjadinya pengaturan pertandingan.
“Nah, ini kita hati-hati. Kalau ada match fixing di ujung musim saya tangkap, tangkap benar,” tutur Erick.
PSSI berharap peningkatan kualitas wasit, penggunaan VAR, serta pengawasan terhadap integritas pertandingan dapat membuat kompetisi sepak bola Indonesia semakin profesional dan dipercaya publik.









