TVRINews, Jakarta
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menargetkan Liga Indonesia dapat menembus jajaran 10 besar peringkat Asia melalui peningkatan kualitas kompetisi dan prestasi klub di level internasional.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-20 Asia. Posisi tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode setelah tragedi Kanjuruhan pada tahun 2022 silam, ketika peringkat Indonesia sempat berada di atas posisi ke-30 Asia.
“Kami terus akan meningkatkan kerja sama kami ini agar kami juga boleh mencapai target yang sudah dicanangkan untuk memasuki ranking 10 besar di Asia. Sekarang ini masih 20,” kata Ferry kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Ferry, posisi Indonesia terus mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia sempat berada di peringkat ke-28, kemudian naik ke posisi ke-25, hingga kini menempati peringkat ke-20 Asia.
Bahkan, pada paruh musim sebelumnya, Indonesia disebut sempat menembus peringkat ke-15 Asia. Namun, hasil klub-klub Indonesia di kompetisi Asia membuat posisi tersebut kembali mengalami penurunan.
Ferry menyebut kegagalan Persib Bandung dan Dewa United melangkah jauh dalam kompetisi Asia musim lalu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi posisi Indonesia.
“Sebenarnya di paruh musim kemarin kita sudah berada di ranking ke-15. Tapi ada kecelakaan sedikit, Persib gagal lolos perempatfinal, begitu pun juga dengan Dewa United yang tidak bisa menembus semifinal sehingga kita jatuh lagi di ranking ke-20,” ujar Ferry.
Meski demikian, Ferry optimistis peringkat Indonesia dapat kembali meningkat. Ia berharap prestasi klub-klub Indonesia serta berbagai pembenahan yang dilakukan dalam pengelolaan kompetisi dapat membawa Indonesia semakin dekat dengan posisi 10 besar Asia pada tahun depan.
“Mudah-mudahan dengan prestasi dan apa yang sudah kami lakukan di dalam sepak bola Indonesia ini, tahun depan kita akan mendekati ranking ke-10,” ucap Ferry.
Dalam persaingan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih harus menghadapi sejumlah negara yang memiliki kompetisi kuat, seperti Tailan, Malaysia, dan Singapura.
Ferry menilai pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras dari seluruh elemen sepak bola nasional, termasuk klub dan para pelatih.
I.League juga akan melanjutkan berbagai program pengembangan kompetisi. Salah satunya akan dimulai melalui agenda kick-off yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026.









