TVRINews, Jakarta
Persiapan Indonesia menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, memasuki fase krusial. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, pemerintah mulai memfokuskan perhatian pada penguatan sistem pembinaan atlet jangka panjang guna menjaga sekaligus meningkatkan prestasi olahraga nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan di Asian Games 2026, tetapi juga harus menyiapkan fondasi prestasi untuk berbagai ajang internasional berikutnya, termasuk SEA Games dan Olimpiade.
Menurut Erick, persaingan antarnegara semakin ketat, sementara sejumlah nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi andalan Indonesia tidak lagi dipertandingkan pada Asian Games mendatang. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
"Kita harus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Negara-negara lain terus bergerak maju. Karena itu Indonesia juga harus memiliki sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan agar mampu bersaing secara konsisten," kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menekankan pencapaian prestasi internasional tidak dapat dibangun melalui program jangka pendek. Atlet yang mampu bersaing di level dunia membutuhkan proses pembinaan bertahun-tahun yang mencakup peningkatan kemampuan teknis, fisik, hingga mental bertanding.
"Kita tidak mungkin mempersiapkan juara Olimpiade secara instan. Jika kita menargetkan Olimpiade 2032, maka atlet-atlet potensial harus mulai dibina dari sekarang. Inilah mengapa dukungan Presiden terhadap pelatnas jangka panjang menjadi sangat penting bagi masa depan olahraga Indonesia," ujar Erick.
Erick menjelaskan pemerintah tengah mendorong penerapan pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang yang didukung pendanaan multiyears. Skema tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian program pembinaan bagi atlet dan federasi olahraga.
Menurutnya, gagasan tersebut telah mendapat dukungan dari berbagai cabang olahraga nasional yang menilai sistem pembinaan berkelanjutan menjadi kebutuhan utama untuk mencetak atlet berprestasi di tingkat dunia.
"Presiden Prabowo mendukung penuh perubahan pola pikir dalam pembinaan olahraga nasional. Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan selama bertahun-tahun. Karena itu pelatnas harus dibangun dengan sistem multiyears," tutur Erick.
Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan kebijakan tersebut dapat berjalan optimal.
Dukungan lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan target prestasi Indonesia pada Asian Games 2026 maupun Olimpiade mendatang.
"Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai kementerian terkait agar persiapan menuju Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade dapat berjalan dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan," kata Erick.
Melalui penguatan pelatnas jangka panjang dan dukungan pendanaan berkelanjutan, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan prestasi di tingkat Asia, tetapi juga meningkatkan daya saing atlet nasional di panggung olahraga dunia.










