TVRINews, Jakarta
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjuangan Kontingen Indonesia sepanjang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Hingga hari terakhir Asian Games, Minggu, 4 Oktober 2026, Indonesia mengoleksi 39 medali yang terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan tersebut melampaui target Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang sebelumnya menetapkan empat medali emas.
“Alhamdulillah, puji syukur. Hari terakhir dalam event Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, saya sebagai Chef de Mission Asian Games Tim Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak,” ujar Todotua dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Todotua, capaian lima medali emas merupakan hasil perjuangan para atlet sekaligus kerja bersama seluruh unsur kontingen.
“Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik. Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas,” kata Todotua.
Todotua juga menilai keberhasilan kontingen tidak hanya ditentukan oleh performa atlet di arena pertandingan.
Koordinasi dan konsolidasi antara CdM, National Olympic Committee (NOC), Kemenpora, serta cabang olahraga menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebutuhan nonteknis selama Asian Games dapat ditangani.
“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” ucap Todotua.
Ia mengatakan berbagai kendala nonteknis yang muncul selama pelaksanaan Asian Games dapat diantisipasi dan diselesaikan. Kondisi tersebut membantu para atlet untuk lebih fokus menghadapi pertandingan.
“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik. Kami merasa sangat berbahagia dan puas karena kita bisa mengantisipasi segala kendala yang terjadi di Nagoya dan memastikan para atlet kita bisa berlaga, bertanding dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin,” tutur Todotua.
Seluruh rangkaian kerja Tim CdM, mulai dari persiapan, keberangkatan, pendampingan atlet dan ofisial selama kompetisi, hingga kepulangan, akan menjadi bahan evaluasi.
“Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya,” ujar Todotua.
Di akhir pernyataannya, Todotua kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung Kontingen Indonesia, termasuk NOC, Kemenpora, sponsor, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang, dan pemerintah Indonesia.
“Sekali lagi, terima kasih kami dari CdM. Mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, kepada seluruh tim Chef de Mission, kepada NOC, Kemenpora, kepada seluruh sponsor yang memberi supporting kepada kami, dan juga Kedutaan Besar Jepang yang memberikan support, serta pemerintah negara Indonesia yang memberikan support,” ucap Todotua.










