TVRINews, Aichi
Timnas esports Indonesia menorehkan sejarah di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tim Pokemon UNITE berhasil meraih medali perak di Aichi Sky Expo dan menjadi medali pertama Indonesia dari cabang esports dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Indonesia yang diperkuat Deni Ardiyanto, Novrizal Said, Marcello Hillers, Judha Raja Panggabean, dan Muhammad Haikal Irawan tampil kuat sejak fase penyisihan hingga semifinal.
Namun, langkah Indonesia terhenti di partai final setelah kalah dari tuan rumah Jepang dengan skor 1-3.
Kepala Pelatih Tim Esports Indonesia Richard Permana mengatakan pencapaian tersebut melampaui target awal tim yang ditetapkan meraih medali perunggu.
"Kami bersyukur karena kami overachieve dari target. Target awal kami adalah perunggu, tetapi akhirnya mendapatkan silver. Ini sangat membanggakan bagi seluruh atlet dan tim kepelatihan Pokemon UNITE," ujar Richard dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 28 September 2026.
Perjalanan menuju podium tidak mudah. Richard mengungkapkan tim sempat menghadapi sejumlah persoalan internal dan teknis menjelang kompetisi.
Namun, para pemain mampu menunjukkan semangat juang dan membangun kembali kepercayaan satu sama lain. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketika Indonesia selalu tertinggal 0-1 dalam dua pertandingan fase grup.
"Kita targetnya bronze. Namun, para atlet menunjukkan semangat juang dan comeback mentality. Dalam dua pertandingan fase grup, kami selalu tertinggal 0-1, tetapi mereka terus berjuang dan mampu membalikkan keadaan," kata Richard.
Menurutnya, evaluasi dan kepentingan tim menjadi kunci kebangkitan Indonesia. Para pemain diminta mengesampingkan kepentingan individu selama pertandingan.
"Kami meminta setiap pemain untuk saling mengutamakan kebutuhan tim dan rela mengesampingkan kepentingan masing-masing di dalam game," ucap Richard.
Sementara, Atlet Pokemon UNITE Indonesia Judha Raja Panggabean menyebut medali perak tersebut merupakan hasil dari persiapan intensif selama sekitar 60 hari melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas).
"Kita sekitar 60 hari atau dua bulan didukung dan difasilitasi untuk menjalani pelatnas dan terus memaksimalkan latihan. Kita tidak lengah dan tidak main-main," tutur Judha.
Menurutnya, waktu latihan yang panjang membuat tim dapat mengembangkan kemampuan individu sekaligus membangun kekompakan.
"Setiap hari bagi atlet esports sangat berharga untuk mengembangkan kemampuan tim dan individu," ujar Judha.
Ia menilai kekompakan menjadi salah satu faktor penting dalam Pokemon UNITE. Selain itu, pemain juga dituntut memiliki wawasan luas mengenai permainan dan kekuatan tim dari berbagai kawasan.
"Inti dari Pokemon UNITE itu kekompakan dengan tim. Namun, yang sama pentingnya adalah wawasan kita harus luas. Banyak regional yang kuat, bukan hanya Jepang atau Indonesia," kata Judha.
Bagi Richard, medali bersejarah tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong perkembangan ekosistem esports Indonesia sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet nasional tampil di kompetisi internasional.
"Harapannya esports di Indonesia terus berkembang dan didukung, baik dari pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan semakin banyak yang menonton dan mendukung atlet-atlet esports Indonesia," tutur Richard.










