TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta suporter tetap tenang dan realistis dalam memasang ekspektasi terhadap performa Skuad Garuda.
Menurutnya, Timnas Indonesia masih berada dalam proses membangun pengalaman dan kekompakan sebagai sebuah tim.
Herdman menyampaikan hal tersebut menjelang laga Indonesia melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Pelatih asal Inggris itu memahami tingginya ekspektasi publik Indonesia terhadap Timnas. Namun, ia mengingatkan bahwa membangun tim yang kompetitif membutuhkan waktu.
"Saya pikir suporter kami, saya terus mengatakan ini, kami harus tenang. Saya datang dari negara yang tidak lolos ke Piala Dunia selama 36 tahun dan tidak mengalahkan Amerika Serikat selama 36 tahun. Itu membutuhkan waktu," ujar Herdman, Senin, 28 September 2026.
Herdman mencontohkan pengalamannya saat menangani Timnas Kanada. Menurutnya, perkembangan sebuah tim tidak bisa dibangun dalam waktu singkat karena membutuhkan proses, pengalaman, serta chemistry antarpemain.
Ia juga menyoroti minimnya pengalaman internasional yang dimiliki skuad Indonesia saat ini. Herdman menyebut rata-rata penampilan internasional pemain Indonesia baru mencapai 16 caps.
"Tim ini memiliki rata-rata 16 caps. Hanya itu yang kami miliki. Tim-tim yang terbiasa menang memiliki rata-rata lebih dari 30 caps. Jadi, kami sedang membangun. Kami membangun pengalaman, membangun chemistry, dan berkembang bersama," kata Herdman.
Sehingga, Herdman menilai suporter berhak memiliki ekspektasi terhadap Timnas Indonesia. Namun, ekspektasi tersebut perlu disertai pemahaman terhadap proses yang sedang dijalani para pemain.
"Suporter memang berhak berharap, tetapi suporter juga harus tetap realistis," ucap Herdman.
Herdman juga meminta publik memahami bahwa hasil pertandingan tidak selalu sepenuhnya dapat dikendalikan oleh sebuah tim.
Keputusan wasit, bola yang membentur tiang, hingga penampilan gemilang seorang penjaga gawang dapat memengaruhi hasil pertandingan.
Menurutnya, hal yang dapat dikendalikan para pemain adalah usaha dan persiapan mereka.
"Yang bisa kami kendalikan adalah kami memberikan segalanya," tutur Herdman.
Herdman memastikan para pemain Timnas Indonesia menjalani persiapan dengan serius. Ia menyebut para pemain fokus mempelajari taktik, menjaga kondisi, dan menjalani pemulihan untuk menghadapi pertandingan.
"Anak-anak ini bekerja di belakang layar. Mereka mempelajari taktik, melakukan pemulihan. Mereka tidak berada di sini sebagai turis. Mereka bekerja untuk mendapatkan apa yang kami inginkan. Suporter harus menghargai itu," kata Herdman.
Menjelang duel kontra Malaysia, Herdman juga berharap dukungan suporter di SUGBK dapat menjadi energi positif bagi para pemain. Ia menyebut atmosfer stadion dapat membuat lawan tidak nyaman sekaligus memberikan rasa bermain di kandang bagi Timnas Indonesia.
"Kami merasakan energinya. Suporter kami luar biasa. Ketika berada di stadion, mereka membuat lawan merasa tidak nyaman dan membuat kami merasa seperti di rumah. Itu selalu menjadi tugas mereka," ujar Herdman.
Ia pun menyampaikan pesan khusus kepada suporter Indonesia untuk memberikan dukungan pada momen-momen penting pertandingan.
"Ini rumah kami. Mereka harus melindunginya. Kami akan melindunginya. Kami mendapatkan energi dari mereka dan kami akan memberikan apa yang mereka butuhkan. Namun, ketika kami membutuhkan mereka, mereka harus hadir untuk kami," ucap Herdman.
Herdman juga mengaku tidak terlalu memperhatikan pemberitaan maupun percakapan di media sosial. Ia memilih memusatkan perhatian pada tim dan hal-hal yang dapat dikendalikan.
"Saya tidak menggunakan media sosial. Saya tidak melihat apa yang dikatakan dan tidak membaca media. Bagi saya, saya hanya bisa mengendalikan pola pikir kelompok saya. Segala sesuatu di luar adalah gangguan pada momen-momen seperti ini," tutur Herdman.
Indonesia sebelumnya mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Sementara Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, di bawah Malaysia yang unggul selisih gol.










