TVRINews, Jakarta
Gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy tidak menganggap tekanan menjelang menghadapi Malaysia sebagai beban. Ia justru melihat tingginya ekspektasi sebagai bentuk antusiasme untuk menghadapi pertandingan besar.
Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Pelupessy menyebut tekanan merupakan bagian dari pertandingan besar. Karena itu, ia dan rekan-rekannya memilih mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.
"Saya justru merasa antusias, saya sangat menantikannya. Bagi saya pribadi serta bagi tim, hal itu justru menjadi alasan yang lebih kuat untuk benar-benar bersiap," kata Pelupessy, Senin, 28 September 2026.
"Selalu ada tekanan, tetapi saya melihatnya lebih sebagai sebuah antusiasme. Kami menantikan pertandingan besar di Asia dan sudah bersiap dengan baik hari ini," ujar Pelupessy menambahkan.
Pelupessy juga menilai kemenangan atas Singapura pada pertandingan pertama membantu proses adaptasi para pemain, termasuk mereka yang baru bergabung dengan skuad.
Menurutnya, seluruh pemain menunjukkan keterlibatan yang baik, baik mereka yang mendapat menit bermain maupun yang masih menunggu kesempatan di lapangan.
"Kami memiliki kelompok skuad yang besar, semua orang terlibat dan semuanya siap. Chemistry dan rasa kebersamaan tim seperti itu merupakan hal yang paling penting untuk memenangkan pertandingan," ucap Pelupessy.
Pemain asal klub Lommel SK ini juga berbicara mengenai tantangan yang dihadapi pemain yang berkarier di Eropa. Mereka harus menyesuaikan diri dengan kondisi Jakarta di tengah musim kompetisi yang baru berjalan.
Menurutnya, kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perbedaan kondisi tersebut.
"Tentu saja ini situasi yang berbeda karena kondisinya memang tidak sama dengan di Eropa. Namun, jika Anda siap secara mental, Anda sudah setengah jalan berada di sana dan sisanya akan mengikuti di atas lapangan," tutur Pelupessy.
Ia memilih fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, yakni mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kepentingan pribadi dan tim.
Di sisi lain, pemain berusia 33 tahun itu menyebut kemenangan atas Singapura turut membantu proses membangun keterhubungan antarpemain, terutama dengan adanya kombinasi baru di lini serang.
"Kemenangan seperti di laga kemarin selalu membantu dan mempercepat prosesnya. Namun, tentu saja kami harus terus berusaha keras dan mencoba membangun keterhubungan sebaik mungkin untuk laga besok," ujar Pelupessy.
Indonesia mengawali kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di SUGBK, Jumat, 25 September 2026.
Dua gol kemenangan Indonesia dicetak Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan Ole Romeny pada menit ke-73.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan tiga poin. Skuad Garuda berada di bawah Malaysia yang mengoleksi tiga poin dengan keunggulan selisih gol setelah menang 3-0 atas Bangladesh.
Pelupessy menilai persiapan menghadapi Malaysia telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sesi latihan, taktik, hingga analisis video.
"Kami menjalaninya hari ini dengan sesi latihan yang bagus, sesi taktik di hotel, serta banyak persiapan melalui analisis klip video dan hal-hal lainnya. Kami rasa kami tidak bisa bersiap lebih baik lagi daripada apa yang telah kami lakukan," kata Pelupessy.
Dukungan suporter juga menjadi hal yang dinantikan Joey. Ia berharap jumlah penonton yang lebih banyak dapat menciptakan atmosfer kuat di SUGBK.
"Saya harap mereka benar-benar datang ke stadion. Stadion yang penuh atau hampir penuh akan sangat luar biasa. Saya berharap mereka terus mendukung di belakang kami seperti yang selalu mereka lakukan," ucap Pelupessy.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tiga poin dari satu pertandingan. Karena itu, duel di SUGBK menjadi laga penting dalam persaingan Grup A.










