TVRINews, Jakarta
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando mengungkapkan perjuangannya kembali ke lapangan setelah cedera ligamen yang ia alami beberapa waktu lalu.
Bersama rekannya Bagas Maulana, Leo dijadwalkan menghadapi pasangan tangguh asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, pada babak pertama Indonesia Open 2025 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 3–8 Juni 2025.
Leo tak menampik sektor ganda putra Indonesia sedang dalam periode sulit untuk meraih gelar. Namun, menurutnya, hal itu bukan disebabkan oleh ketertinggalan secara kualitas permainan.
“Ya kenapa sulit, sebenarnya tidak sulit. Cuma saat ini ganda putra belum dikasih juara aja mungkin ya. Kalau dari segi permainan itu kadang bisa sama. Kalahnya juga tidak terlalu jauh. Kecuali kalau poinnya jauh banget, straight gim terus jauh. Nah itu baru tanda tanya besar,” ujar Leo kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Senin, 2 Juni 2025.
Menurutnya, faktor keberuntungan dan rezeki juga ikut memengaruhi hasil akhir di lapangan. Ia sendiri sedang beradaptasi kembali usai cedera yang cukup berat.
“Saya kan baru pulih karena cedera ya. Dan itu juga cedera saya nggak bisa sembuh total. Karena kalau ligamen itu, kata dokter, seumur hidup cuma dikasih sekali. Kalau udah bermasalah, ya akan terus bermasalah. Sekarang dibantu dengan penguatan otot sekitar ligamen,” ucap Leo.
Leo mengaku sempat berpikir tidak bisa bermain lagi setelah mengalami nyeri hebat saat tampil di Kejuaraan Asia/Badminton Asia Championships (BAC) beberapa waktu lalu.
“Waktu di Singapura saya senang banget bisa kembali. Saya kira saya udah nggak bisa main lagi. Karena waktu di BAC itu rasanya sakit banget, kakinya kayak nggak ada topangan,” kata Leo.
Meski kini tak lagi merasa sakit, Leo menyadari bahwa kondisinya belum sepenuhnya pulih, terutama dari sisi pergerakan dan respons mata terhadap bola cepat.
“Pergerakan kaki masih belum normal. Latihan juga banyak santainya. Sekarang kayak bola-bola cepat tuh saya jadi kagok. Mungkin karena rehatnya terlalu lama, jadi latihannya agak slow juga,” tutur Leo.
Pasangan Leo/Bagas menjadi salah satu dari tiga wakil ganda putra Indonesia di Indonesia Open 2025, bersama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Di tengah kompetisi Super 1000 yang ketat, Leo tetap menatap turnamen ini dengan semangat dan rasa syukur.
“Sekarang sih bersyukur bisa main lagi. Soal hasil, pasti maunya juara, tapi untuk sekarang fokus tampil maksimal dulu. Semoga kami bisa melewati tantangan ini dengan baik,” ucap Leo.
Indonesia Open 2025 disiarkan secara langsung oleh LPP TVRI, melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport. Ganda putra Indonesia pun siap menghadapi sorotan publik dan tantangan berat, dengan harapan mendapat dukungan penuh dari para pencinta bulu tangkis Tanah Air.
Baca Juga: Indonesia Open 2025: Tiket Belum Sold Out, Animo Bulu Tangkis Dunia Sedang Menurun










