TVRINews - Miami, AS
Laga klasik akan tersaji dalam pertendingan memperebutkan posisi ketiga Piala Dunia 2026. Yap, Prancis akan melawan Inggris dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Miami, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (20/7) dini hari WIB. Dua tim dengan tradisi sepak bola kuat akan saling beradu kekuatan dan adu taktik untuk meraih kemenangan demi meraih gelar penghibur.
Prancis gagal melaju ke final setelah dikalahkan Spanyol 0-2 di babak semifinal, sedangkan Ingrris harus menguburkan mimpinya tampil di partai puncak setelah takluk dramatis 1-2 dalam laga “comeback” ciamik juara bertahan Argentina.
Meski laga Prancis kontra Inggris sarat gengsi dan membawa ambisi kemenangan, namun kubu Prancis akan tetap memandang partai tersebut memiliki makna lebih besar dari sebuah pertandingan.
Dalam jumpa pers timnas Prancis yang diadakan di Stadion Miami, Jumat (17/7) pagi waktu Miamii, Amerika Serikat, pemain belakang Les Bleus, Ibrahima Konate menilai kedua tim tidak layak untuk bermain untuk memperebutkan posisi ketiga di Piala Dunia 2026. Namun, tidak ada pilihan lain bagi mereka untuk memainkan laga terakhir di pesta sepak bola dunia tahun ini.

“Kami tidak memiliki pilihan untuk tidak bermain di pertandingan memperebutkan posisi ketiga ini. Kami harus memainkannya. Saya percaya, sebagai seorang pemain Prancis dan untuk tim ini, kami siap bertanding, tetapi bukanlah sebuah pertandingan yang mudah bagi kami. Prancis dan Inggris memilki banyak cerita besar” kata Konate.
Mantan pemain Liverpool itu mengakui Inggris merupakan tim bagus karena mereka mampu menunjukan permainan memukau saat melawan Argentina di semifinal.
“Jujur, saya pikir Inggris adalah tim yang bagus dan kuat. Mereka menunjkan permainan sangat bagus saat melawan Argentina,” puji Konate.
Sementara pelatih Prancis, Didier Deschamps tetap akan serius menatap pertandingan terakhir di Piala Dunia 2026. Deshamps memastikan bakal melakukan sejumlah rotasi dalam starting eleven Prancis saat melawan Inggris.
“Sebagai pelatih, saya akan melakukan apapun untuk mencapai target objektif. Saya harap kami bisa melakukannya dan kami akan mengeluarkan semua usaha untuk mewujudkannya,” tandas Deschamps.
Meski telah berencana untuk merombak tim utama, namun ada satu nama yang bakal dipertahanakn Deshamps. Kapten sekaligus ujung tombak, Kylian Mbappe akan dimainkan sejak menit pertama walau sempat beredar isu bahwa pemain Real Madrid itu tidak berada dalam kondisi prima.
Rencana Deschamps untuk terus memainkan Mbappe guna menjaga peluangnya untuk menjadi penerima sepatu emas sebagai top skor Piala Dunia 2026. Saat ini Mbappe telah mengoleksi delapan gol, atau jumlah gol sama yang juga dikoleksi oleh mega-bintang Argentina, Lionel Messi. (eky)










