
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menpora Erick Thohir: Atlet adalah marwah bangsa! Kemenpora kawal kasus dugaan pelecehan di FPTI, siapkan pendampingan hukum, dan tuntut sanksi seumur hidup bagi pelaku.menyampaikan keprihatinan dan empati atas dugaan pelecehan seksual serta kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan cabang olahraga panjat tebing.
Erick menegaskan dukungan penuh kepada para atlet yang diduga menjadi korban serta keluarga yang terdampak. Menurutnya, atlet merupakan representasi kehormatan bangsa yang harus dijaga martabat dan keselamatannya.
“Para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan. Mereka harus dilindungi. Mereka harus merasa aman. Mereka adalah marwah bangsa Indonesia karena mereka pejuang modern di era ini,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia juga menyatakan keberpihakannya kepada seluruh atlet Indonesia di semua cabang olahraga dan tingkatan. Kemenpora membuka ruang pelaporan bagi atlet yang pernah atau sedang mengalami pelecehan maupun kekerasan melalui surat elektronik [email protected].
“Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik,” ucap Erick.
Melalui pernyataan resmi, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyampaikan sejumlah sikap terkait dugaan kasus yang melibatkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia berinisial HB di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Pertama, Kemenpora menyatakan telah mempelajari perkembangan dugaan kasus tersebut dan menyampaikan keprihatinan mendalam, sekaligus mendoakan para atlet serta keluarga yang terdampak.
Kedua, Kemenpora mendukung langkah awal FPTI yang telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan tersebut secara rinci dan serius. Kemenpora juga siap bekerja sama dengan FPTI, atlet, dan keluarga, termasuk memberikan pendampingan hukum dan psikologis bila diperlukan.
Ketiga, apabila terbukti terjadi pelecehan atau tindak pidana kekerasan seksual maupun fisik, Kemenpora mendorong agar pelaku dijatuhi sanksi paling berat, termasuk sanksi seumur hidup di dunia olahraga.
"Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, termasuk pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, maka proses hukum harus dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutur Erick.
Keempat, Kemenpora menegaskan olahraga merupakan bagian dari pembangunan karakter bangsa dan simbol prestasi nasional. Dedikasi atlet dalam mengharumkan nama Indonesia tidak boleh ternodai oleh tindakan yang tidak terpuji.
Kelima, seluruh induk organisasi cabang olahraga diminta menempatkan perlindungan atlet sebagai prioritas utama. Kemenpora juga tengah menyiapkan saluran pengaduan khusus, lengkap dengan mekanisme pendampingan hukum dan psikologis, yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kemenpora menegaskan komitmennya untuk menciptakan ekosistem olahraga yang aman, berintegritas, dan berpihak pada perlindungan atlet,"kata Erick.
Sebelumnya, PP FPTI memastikan penonaktifan sementara pelatih kepala Hendra Basir telah sesuai dengan Surat Keputusan organisasi. Keputusan itu diambil setelah adanya laporan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap sejumlah atlet.
Hendra Basir diberhentikan sementara hingga ada keputusan dari Tim Pencari Fakta (TPF) yang telah dibentuk. TPF tersebut juga berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait penanganan kasus.
Berdasarkan isi SK FPTI, sebanyak delapan atlet melaporkan dugaan perlakuan tidak menyenangkan kepada Ketua Umum FPTI Yenny Wahid. Laporan itu mencakup dugaan pelecehan seksual hingga kekerasan fisik yang disebut terjadi pada 28 Januari 2026.
FPTI menyatakan perkara tersebut kini ditangani pihak-pihak berkompeten agar pemeriksaan berjalan objektif dan memberikan perlindungan maksimal kepada atlet.
Di tengah proses pemeriksaan, FPTI memastikan persiapan menuju Kualifikasi Asian Games 2026 tetap berjalan. Organisasi itu menegaskan komitmennya untuk menjaga fokus tim sekaligus menjamin perlindungan dan keselamatan atlet dalam setiap tahapan pembinaan.
Editor: Redaktur TVRINews
