TVRINews – London, Inggris
Petinju Inggris ini sukses menumbangkan Fabio Wardley dalam dua ronde di London.
Daniel Dubois menegaskan dominasinya di divisi kelas berat usai meraih kemenangan knockout (KO) impresif atas Fabio Wardley pada ronde kedua di O2 Arena, London Sabtu 17 Oktober 2026. Hasil ini memastikan Dubois tetap memegang sabuk juara dunia kelas berat WBO.
Menghadapi duel ulang (rematch) yang dinantikan publik, Dubois yang berusia 29 tahun langsung tampil menekan sejak bel pertama dibunyikan. Pukulan lurus kanan dari Dubois sukses menjatuhkan Wardley saat pertarungan baru berjalan kurang dari 20 detik.
Meski Wardley mampu bangkit dan melewati ronde pertama, gempuran berkepanjangan pada ronde berikutnya membuat sudut pelatih Wardley melemparkan handuk putih sebagai tanda menyerah.
Ini merupakan kemenangan KO kedua secara beruntun yang dicetak Dubois atas lawan yang sama dalam rentang waktu lima bulan. Hasil tersebut semakin memperkuat rekor profesionalnya menjadi 24 kemenangan 23 di antaranya melalui KO dan tiga kali kekalahan.
"Fabio adalah petarung yang hebat, tetapi ini adalah era dan masa saya. Saya datang dengan niat yang jelas sejak awal," ujar Dubois usai pertandingan. "Kami hanya perlu menunjukkan bahwa kami serius di atas ring, dan itulah yang kami buktikan malam ini."
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi yang kedua dalam karier profesional Wardley dari 23 pertarungan yang telah ia jalani.
"Saya selalu menguji diri sendiri melawan petarung terbaik dan terkuat di bisnis ini. Tidak ada rasa malu atas kekalahan ketika Anda bertanding melawan yang terbaik," kata Wardley.
Jalannya Pertandingan
Atmosfer O2 Arena yang dipadati sekitar 19.000 penonton menjadi saksi dominasi mutlak sang juara bertahan. Sejak awal, Dubois memilih langsung menuju ring tanpa memedulikan riuh penonton maupun kembang api pembuka pertarungan.
Strategi awal Wardley untuk mengambil inisiatif serangan justru berbalik. Hanya dalam tempo 17 detik, kombinasi pukulan Dubois memojokkan challenger ke sudut ring hingga terjatuh. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Dubois terus menyulitkan Wardley hingga akhir ronde pertama.
Memasuki ronde kedua, Dubois tidak memberikan ruang bagi lawannya untuk berkembang. Sebuah serangan beruntun di sudut ring memaksa pelatih Ben Davison mengambil keputusan untuk menghentikan pertarungan demi keselamatan petinjunya.
Kemenangan ini makin mengokohkan posisi Dubois di jajaran teratas petinju kelas berat dunia, setelah sebelumnya mengumpulkan rekor positif atas nama-nama besar seperti Jarrell Miller, Filip Hrgovic, dan Anthony Joshua.
Pascapertandingan, potensi laga ulang melawan Filip Hrgovic sempat mencuat ke permukaan. Namun, promotor Frank Warren mengisyaratkan bahwa opsi pertarungan unifikasi gelar atau duel bernilai tinggi melawan pemenang pertarungan Anthony Joshua dan Tyson Fury menjadi sasaran utama berikutnya.
"Siapa pun yang berada di antrean berikutnya, saya siap. Saya adalah juara bertahan, dan pada tahap karier ini, saya menginginkan pertarungan besar," tegas Dubois.
Sementara bagi Wardley, kekalahan beruntun ini memperlambat perjalanannya yang tergolong cepat di kancah profesional, setelah mengawali karier dari tinju white-collar hingga sempat menggenggam sabuk juara dunia.










