TVRINews, Phnom Penh
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC), Vath Chamroeun mengungkapkan bahwa Kamboja memiliki tiga keberhasilan dalam menjadi tuan rumah SEA Games 2023.
Menurut Chamroeun keberhasilan pertama adalah Kamboja dapat menampilkan upacara pembukaan SEA Games yang luar biasa yang mencakup banyak tarian tradisional dan pertunjukan lainnya.
Kesuksesan kedua adalah atlet Kamboja memenangkan medali terbanyak yang pernah mereka menangkan di kompetisi SEA Games.
Baca Juga: Raih Emas SEA Games 2023 Kamboja, Timnas U-22 Taklukkan Thailand 5-2
“Sebelum menyelenggarakan kompetisi, kami berharap atlet Kamboja kami akan berhasil mencapai tempat kelima atau keenam dalam penghitungan medali. Tapi, hasilnya sejauh ini telah melihat atlet kami menempatkan negara di tempat keempat diantara 11 negara yang berpartisipasi," kata Chamroeun dikutip oleh tvrinews.com, Rabu, 17 Mei 2023.
"Ini adalah sejarah baru bagi atlet Kamboja di kompetisi SEA Games," tambahnya.
Kesuksesan ketiga adalah banyaknya penonton serta media nasional dan internasional yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Organisasi-organisasi ini mengambil gambar fantastis dari SEA Games dan menyiarkan acara tersebut kepada dunia.
“Kesuksesan lainnya adalah Kamboja tidak meminta biaya apa pun dari atlet dan delegasi olahraga yang berpartisipasi di SEA Games. Ini menunjukkan bahwa Kamboja mungkin negara kecil tetapi memiliki hati yang 'besar' atau seperti yang dikatakan slogan pemerintah, ‘Kita Bisa Melakukannya’,” ujar Chamroeun.
Chamroeun mengatakan bahwa kompetisi ini telah mengangkat atlet Kamboja dari pesaing regional menjadi pemain yang dapat bersaing di tingkat internasional.
Dia menambahkan bahwa berdasarkan hasil turnamen SEA Games ke-32, atlet Kamboja akan memenangkan lebih banyak medali di SEA Games berikutnya yang diselenggarakan oleh Thailand pada tahun 2025.
Baca Juga: Masyarakat Jakarta Rayakan Kemenangan Timnas U-22 di Bundara HI
Sebagai informasi upacara penutupan SEA Games ke-32 akan diadakan malam ini, 17 Mei 2023 dan akan dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Sen.










