TVRINews, New Delhi
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melaju ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh melalui pertandingan tiga gim dengan skor 19-21, 21-19, 21-11 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Jonatan yang menjadi unggulan ketiga sempat kehilangan gim pertama. Ia mengakui tampil terlalu tegang dan ragu menjalankan strategi yang telah dipersiapkan.
"Tadi mainnya masih terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi, pola yang sudah disiapkan jadi serba ragu sampai pertengahan gim pertama," ujar Jonatan dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 19 Agustus 2026.
Setelah keluar dari tekanan, Jonatan mulai bermain lebih berani dan mengurangi keraguan dalam menentukan pukulan. Ia sempat mengejar ketertinggalan, tetapi kehilangan gim pertama setelah kurang tepat dalam mengambil keputusan pada poin-poin akhir.
Memasuki gim kedua, Jonatan sebenarnya berada dalam posisi unggul 20-14. Namun, Jason Teh mampu mengubah pola permainan dan mengejar perolehan angka hingga membuat Jonatan kembali berada dalam tekanan.
"Di gim kedua, sudah unggul 14-20 dan saya merasa lawan akan melepas dan bersiap fokus ke gim ketiga, tapi ternyata dia masih berusaha dengan mengganti pola permainan yang mungkin itu yang dia mau mainkan di gim ketiga," kata Jonatan.
Perubahan permainan tersebut membuat lawan mampu mendapatkan sejumlah poin. Jonatan mengaku sempat panik, tetapi akhirnya berhasil mengamankan gim kedua untuk memaksakan rubber gim.
Di gim penentuan, Jonatan tampil lebih tenang setelah mulai membaca permainan Jason. Ia kemudian mengendalikan pertandingan dan menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-11.
"Di gim ketiga sudah lebih terbaca permainannya," ucap Jonatan.
Jonatan mengatakan setiap pertandingan menjadi bagian dari proses evaluasi. Menurut dia, pelajaran dari pertandingan sebelumnya tidak selalu dapat diterapkan dengan cara yang sama karena kondisi setiap pertandingan bisa berubah.
"Tidak hanya di Kejuaraan Dunia tapi di setiap turnamen, setiap pertandingan selalu dijadikan pelajaran karena pasti ada yang didapat. Agak susahnya hal ini bukan mutlak matematika jadi ketika yang dipelajari kemarin, bisa berbeda di hari ini atau next pertandingannya," tutur Jonatan.
Ia menilai berbagai faktor, mulai dari kondisi pertandingan, suasana hati hingga perasaan saat berada di lapangan, dapat memengaruhi jalannya pertandingan. Sehingga, Jonatan memilih menikmati proses tersebut dari hari ke hari.
Di babak 16 besar, Jonatan akan menghadapi wakil Denmark Rasmus Gemke. Pertandingan tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi unggulan ketiga Indonesia untuk melanjutkan langkahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026.










