TVRINews - Cincinnati, Amerika Serikat
Pertandingan ganda pertama sejak 2022 berujung kekalahan tipis bagi kakak-beradik ini.
Reuni emosional antara dua legenda tenis dunia, Serena dan Venus Williams, di lapangan ganda Cincinnati Open Selasa 18 Agustus 2026, berakhir dengan kekalahan dramatis. Dalam penampilan perdana mereka sebagai pasangan ganda sejak tahun 2022, Williams bersaudara takluk di tangan pasangan wildcard, Marta Kostyuk dan Peyton Stearns, dengan skor 6-2, 1-6, 10-8.
Pertandingan ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh penggemar tenis global, mengingat ini adalah kali kedua Williams bersaudara tampil bersama dalam satu dekade terakhir. Kendati hasil pertandingan tidak berpihak kepada mereka, fokus utama dari pertemuan tersebut tampak lebih pada perayaan kebersamaan di lapangan.
"Menang tentu saja menyenangkan," ungkap Serena Williams usai pertandingan, sebagaimana dikutip dari laporan Reuters. "Namun, dalam posisi ini, kami hanya bersenang-senang. Saya tidak datang ke sini untuk memenangkan turnamen. Saya ingin melakukan yang terbaik, tetapi bagi saya, menikmati momen dan merasakan atmosfer bersama penggemar adalah hal yang luar biasa."
Dinamika Lapangan dan Tantangan Fisik
Pertandingan yang berlangsung di Grandstand Court tersebut sempat menunjukkan kilasan kejayaan masa lalu saat Venus Williams melancarkan pengembalian forehand tajam yang mengejutkan lawan. Namun, realita kurangnya waktu latihan bersama tampak pada set pembuka, di mana Williams bersaudara sempat tertinggal 1-5 sebelum akhirnya menyerah 6-2 pada set pertama.
Memasuki set kedua, ritme permainan mereka membaik secara signifikan. Serena, yang sempat berjuang dengan pemulihan cedera lutut yang dialaminya di Wimbledon bulan lalu, mulai menunjukkan presisi pukulan yang dipadukan dengan teknik voli refleks Venus. Mereka mendominasi set kedua, namun ketegangan memuncak di match tie-break yang berakhir dengan skor tipis untuk keunggulan lawan.
Serena mengakui bahwa proses pemulihan cedera lututnya cukup menantang. "Itu adalah pengalaman yang sedikit traumatis bagi saya," ujarnya. "Butuh waktu lama bagi saya untuk pulih, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Namun, apa yang tidak membunuhmu justru membuatmu lebih kuat."
Catatan Sejarah yang Tak Tergantikan
Pertandingan di Cincinnati ini menjadi pengingat akan status Williams bersaudara sebagai salah satu tim ganda wanita terbaik sepanjang masa. Sepanjang karier mereka, keduanya telah mengoleksi 14 gelar Grand Slam dengan rekor sempurna di setiap partai final yang mereka lakoni. Prestasi tersebut menempatkan mereka di posisi kedua era terbuka setelah pasangan legendaris Martina Navratilova dan Pam Shriver.
Lebih dari sekadar statistik, kehadiran mereka di lapangan tetap menjadi daya tarik utama olahraga tenis. Meskipun sempat terjadi kendala teknis terkait kapasitas penonton di mana ribuan penggemar memadati stadion karena tingginya antusiasme Venus tetap memandang positif reuni tersebut.
"Saya pikir kami menunggu waktu yang lama untuk kembali ke lapangan ganda, bahkan tahun ini," tutur Venus Williams. "Pada akhirnya, kami tahu bahwa kami akan menemukan jalan untuk kembali bermain bersama."
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai partisipasi mereka pada US Open mendatang, baik di nomor tunggal maupun ganda. Fokus bagi keduanya, menurut pernyataan Serena, kini lebih kepada menikmati proses di sisa karier mereka, sebuah perspektif yang berbeda dibandingkan dengan masa muda mereka yang sarat akan ambisi gelar setiap minggunya.










