TVRINews – London, Inggris
Dokumenter Amazon Bongkar Konflik Internal Guardiola dan Kyle Walker
Tekanan besar di balik kesuksesan Manchester City akhirnya terkuak ke publik melalui serial dokumenter terbaru produksi Amazon Prime berjudul A Beautiful Obsession. Tayangan tersebut menyoroti periode paling pelik dalam masa kepelatihan Pep Guardiola, termasuk ketegangan emosional di ruang ganti serta ancaman pengunduran diri juru taktik asal Spanyol tersebut.
Berdasarkan ulasan mendalam Amazon Selasa 18 Agustus 2026, ketegangan itu mencapai puncaknya pada musim gugur ketika Manchester City melalui tren negatif dengan menelan sembilan kekalahan dari 13 pertandingan. Situasi tersebut memicu gesekan personal antara sang pelatih dan kapten tim saat itu, Kyle Walker, yang merasa kerap disudutkan dalam evaluasi taktik.
"Kamu terus menyebut namaku di setiap rapat," protes Walker kepada Guardiola usai kekalahan melawan Liverpool, seperti yang terekam dalam dokumenter tersebut. Pemain tim nasional Inggris itu menilai dirinya menjadi sasaran kritik secara tidak adil di depan skuad.
Menanggapi protes tersebut, Guardiola menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan tidak bersifat pribadi. Dengan nada suara bergetar dan hampir meneteskan air mata, pelatih berusia kepala lima itu menjelaskan alasan di balik keputusan memperpanjang kontraknya di Stadion Etihad.
"Jika saya adalah masalahnya, kalian harus mengatakannya," ujar Guardiola dengan suara parau. "Saya tidak akan bertahan di sini demi uang atau sekadar formalitas. Saya memperpanjang kontrak karena saya ingin berjuang bersama kalian."
Klimaks ketegangan internal klub juga terjadi menyusul kekalahan 0-2 dari Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions. Dalam momen penuh emosi di ruang ganti, Guardiola meluapkan kekecewaannya secara terbuka terhadap kurangnya daya juang para pemain, hingga melontarkan ancaman untuk meninggalkan klub.
"Saya bekerja untuk kalian. Saya mengorbankan hidup dan keluarga saya, dan apa yang kalian berikan sebagai balasannya? Performa yang memalukan ini," ucap Guardiola penuh amarah.
Sementara itu, Ketua Manchester City, Khaldoon al-Mubarak, mengungkapkan bahwa Guardiola tercatat telah mengancam akan mundur hingga seratus kali selama masa baktinya di klub.
Dalam rekaman pertukaran pesan suara dengan Kepala Eksekutif Ferran Soriano, al-Mubarak tidak menyembunyikan kemarahannya atas performa tim, yang disebutnya sebagai salah satu titik terendah dalam era kepemimpinan mereka.
Serial dokumenter empat bagian ini tidak hanya memotret krisis di atas lapangan, tetapi juga mengupas dinamika ruang pengurus klub, termasuk kebijakan transfer serta perpisahan emosional dengan gelandang senior Kevin De Bruyne setelah kontraknya tidak diperbarui.










