TVRINews, Bogor
Andakara Prastawa Dhyaksa tampil gemilang dengan mencetak 20 poin untuk membawa Pelita Jaya Basketball Jakarta mengalahkan Kesatria Bengawan Solo dengan skor 76-52 pada lanjutan IBL All Indonesian 2026 di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Senin, 26 Oktober 2026.
Prastawa menjadi motor serangan Pelita Jaya meski memulai pertandingan dari bangku cadangan. Kapten Pelita Jaya tersebut memasukkan tujuh dari sembilan percobaan tembakan, termasuk enam tembakan tiga angka dari delapan percobaan.
Selain mencetak 20 poin, Prastawa membukukan empat rebound, tiga steal, dan satu assist. Kontribusinya turut membuat pemain cadangan Pelita Jaya menyumbangkan total 39 poin dalam pertandingan tersebut.
Pelita Jaya tampil dominan sejak paruh pertama dengan unggul 49-30. Mereka kemudian menambah 21 poin pada kuarter ketiga dan sempat memperlebar keunggulan hingga 34 poin. Namun, produktivitas Pelita Jaya menurun pada kuarter keempat setelah melakukan rotasi pemain. Mereka hanya mampu mencetak enam poin pada fase terakhir pertandingan.
Selain Prastawa, Vincent Kosasih dan Putu J. Satria Pande turut berkontribusi dengan masing-masing mencetak 13 poin. Prastawa mengatakan pertahanan Kesatria memberikan ruang bagi Pelita Jaya untuk melepaskan tembakan dari luar garis tiga angka.
“Memang terlihat dari skema pertahanan Kesatria, ada ruang kosong dari luar busur. Jadi menurut saya, tembak saja,” kata Prastawa dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menilai penampilan Pelita Jaya dalam pertandingan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan laga sebelumnya. Meski demikian, masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam menjaga konsistensi permainan ketika rotasi pemain dilakukan.
“Pertandingan ini jauh lebih baik dari permainan kami sebelumnya,” ujar Prastawa.
Prastawa menegaskan setiap pemain yang mendapat kesempatan bermain harus mampu mempertahankan intensitas permainan tim. Menurutnya, pergantian pemain tidak seharusnya membuat performa Pelita Jaya menurun, seperti yang terlihat pada kuarter keempat.
Dari kubu Kesatria Bengawan Solo, Abraham Renoldi Wenas menjadi pencetak angka terbanyak dengan 15 poin dan lima assist. Sementara itu, Nuke Tri Saputra menyumbangkan 10 poin.
Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Kesatria di IBL All Indonesian 2026. Hasil ini membuat Kesatria, Pelita Jaya, dan Hangtuah JG Liem Jakarta sama-sama mengoleksi rekor satu kemenangan dan satu kekalahan (1-1).
Dengan catatan tersebut, ketiga tim masih memiliki peluang untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal IBL All Indonesian 2026.










