TVRINews, Tokyo
Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memastikan langkah ke perempat final Japan Open 2026 usai mengalahkan pasangan Taiwan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen pada babak 16 besar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Kamis, 16 Juli 2026.
Unggulan kedua tersebut menang meyakinkan dengan skor 21-14, 21-14.
Dalam kesempatannya, Fajar mengatakan kemenangan diraih berkat strategi yang telah dipersiapkan sejak sebelum pertandingan.
Ia dan Fikri telah mempelajari karakter permainan lawan yang dikenal memiliki rotasi dan pertahanan yang solid.
"Kami sudah menyiapkan strategi, mempelajari kelemahan dan kelebihan lawan. Kami sudah sering berjumpa pasangan Chinese Taipei ini. Mereka mempunyai rotasi yang sangat solid dan pertahanan yang sangat baik," ujar Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, kunci kemenangan adalah bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru saat membangun serangan.
"Jadi kami mencoba bermain tidak terburu-buru. Kami bermain lebih rileks dan santai sambil mengatur bagaimana caranya menyerang dengan struktur yang bagus," kata Fajar.
Di babak perempat final, Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy. Fajar menegaskan target mereka adalah meraih kemenangan dengan mempersiapkan strategi bersama tim pelatih.
"Besok bertemu Ben Lane/Sean Vendy, kami mau menang. Kami harus menyiapkan strategi, berdiskusi dengan pelatih bagaimana cara melawan mereka di kondisi lapangan seperti ini," ucap Fajar.
Fajar juga menyelipkan candaan dengan mengaitkan target kemenangan mereka dengan hasil semifinal Piala Dunia 2026.
"Semoga bisa menang seperti Argentina tadi di semifinal Piala Dunia," tutur Fajar.
Sementara, Fikri menilai penampilan mereka jauh lebih baik dibandingkan laga sebelumnya. Ia menyebut permainan di depan net menjadi salah satu faktor yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
"Cukup senang karena penampilan hari ini jauh lebih baik dari kemarin. Kami bisa menerapkan permainan depan yang sangat baik sehingga mereka tidak bisa keluar dari tekanan," ujar Fikri.
Menurutnya, dominasi permainan membuat Fajar/Fikri mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga laga berakhir.
"Kami bisa mengontrol pertandingan sampai akhir," kata Fikri.










