TVRINews, Nagoya
Cabang olahraga wushu kembali menyumbangkan medali untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tiga atlet nomor sanda, Bintang Reindra Nada Guitara, Fereddy Sinaga, dan Thania Kusumaningtyas, masing-masing meraih medali perunggu setelah terhenti di semifinal, Rabu, 23 September 2026.
Bintang meraih perunggu dari kelas 60 kilogram putra. Setelah mendapat bye pada babak pertama, ia mengalahkan wakil Turkmenistan Bayrammyrat Annamyradov di perempat final.
Langkah Bintang kemudian terhenti di semifinal setelah kalah 1-2 dari wakil Hong Kong, Leung Yu Hong.
"Alhamdulillah Asian Games kedua dan medali perunggu pertama, jadi bersyukur banget. Mungkin di persaingan Asian Games, kita tahu sendiri, Asian Games ini pesaing kita berat-berat. Persiapan kita juga mati-matian. Alhamdulillah bisa perunggu untuk Indonesia, bersyukur banget," ujar Bintang dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 24 September 2026.
Menurut Bintang, persaingan di Asian Games sangat ketat karena para atlet dari berbagai negara menjalani persiapan serius untuk mengejar medali.
"Karena ini penyelenggaraan terbesar di Asia, semua negara mereka kerja keras, mereka TC, mereka latihan. Jadi untuk memperebutkan medali, kita harus serius di sini. Kalau wushu ini ajang multievent tertinggi, jadi kita all out di sini," kata Bintang.
Bagi Fereddy, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam multievent internasional. Ia mengaku atmosfer pertandingan terasa berbeda dibandingkan kompetisi yang pernah diikutinya.
"Sedikit berat ya karena ini pertama kali saya juga ikut multievent di internasional dan lawannya pada siap semua," ucap Fereddy.
Menurut Fereddy, jumlah peserta, kesiapan lawan, dan atmosfer pertandingan membuat tekanan di Asian Games terasa berbeda.
"Tentu pesertanya lebih banyak, lebih siap, auranya beda banget. Lebih deg-degan di multievent," tutur Fereddy.
Fereddy juga menilai pemusatan latihan di China sebelum Asian Games membantu persiapannya. Selama menjalani latihan, ia mendapat banyak kesempatan melakukan sparring dengan atlet lain.
"Persiapan ke China kemarin itu menurut aku dari semuanya membantu banget. Di sana banyak sparring partner, setiap hari sparring terus. Bantu banget," ujar Fereddy.
Sementara, Thania Kusumaningtyas mengakui atmosfer Asian Games memberikan tekanan tersendiri. Terlebih, para lawan yang dihadapinya memiliki kualitas tinggi, termasuk atlet dari China dan Iran.
"Jujur tidak jadi masalah, cuma pasti ada grogi. Tapi kita minimalisir grogi tersebut," ucap Thania.
Tambahan tiga perunggu dari nomor sanda membuat wushu telah menyumbangkan total lima medali untuk Indonesia di Aichi-Nagoya 2026.
Dua medali sebelumnya dipersembahkan Seraf Naro Siregar dan Eugenia Diva Widodo dari nomor changquan.










