TVRINews, Nagoya
Bagi lifter muda Indonesia, Ricko Saputra, sosok Eko Yuli Irawan bukan sekadar senior di pelatnas.
Eko menjadi sosok yang ia jadikan cermin, motivasi, sekaligus gambaran tentang konsistensi dan semangat bertanding dalam perjalanan panjang seorang atlet angkat besi.
Ricko bahkan menyimpan ambisi untuk suatu hari menggantikan posisi Eko dalam estafet regenerasi angkat besi Indonesia.
"Mas Eko itu bagaimana ya, di umurnya sekarang, tenaganya masih ada saja. Saya sebagai juniornya melihat itu sebagai salah satu motivasi. Saya sangat respect kepada Mas Eko. Saya juga tidak mau menyerah," ujar Ricko dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, perbedaan usia dengan Eko justru menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras. Ia ingin membuktikan bahwa generasi muda mampu meneruskan tongkat estafet yang selama ini dipegang para senior.
"Dengan perbedaan umur seperti ini, saya sebagai yang lebih muda harus bisa lebih baik lagi. Insyaallah, ke depannya saya bisa menggantikan posisi Mas Eko. Karena memang ada regenerasi dan kami disiapkan untuk itu," kata Ricko.
Perjalanan Ricko menuju posisi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat keluar dari pelatnas dan menjalani latihan di daerah selama sekitar satu tahun.
Situasi tersebut justru menjadi titik balik bagi Ricko untuk kembali mengejar tempat di pelatnas. Ia mengikuti sejumlah kejuaraan hingga akhirnya kembali terpilih melalui seleksi SEA Games.
"Dari situ saya berpikir bagaimana caranya supaya bisa masuk pelatnas lagi. Ada kejuaraan di Yogyakarta, saya kejar di sana. Kemudian ada kejuaraan di Singapura, saya juga berangkat. Setelah itu ada seleksi SEA Games. Saya ikut dan akhirnya bisa masuk lagi," tutur Ricko.
Kini, Ricko berada dalam fase penting dalam kariernya. Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, ia turun di kelas 60 kilogram putra dan menempati peringkat keempat dengan total angkatan 298 kilogram, hasil dari snatch 130 kilogram dan clean and jerk 168 kilogram.
Medali emas diraih lifter China, Yang Yang, dengan total angkatan 304 kilogram. Perak menjadi milik Un Chl Pang dari Korea Utara dengan total 301 kilogram, sedangkan perunggu diraih Theerapong Silachai dari Thailand dengan total 299 kilogram.
Setelah Asian Games, Ricko akan kembali bersaing dengan Eko Yuli di kelas 65 kilogram dalam rangkaian kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Bagi lifter berusia 26 tahun itu, persaingan dengan Eko bukan semata-mata soal siapa yang lebih unggul. Persaingan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus pembentukan generasi baru angkat besi Indonesia.










