TVRINews, Bali
Muhamad Rifqi Fitriadi/Francis Casey Alcantara memastikan satu tempat di babak semifinal nomor ganda putra Men's World Tennis Championship 2026 seri pertama kategori M-15 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Pada turnamen berhadiah total 15.000 dolar Amerika Serikat tersebut, pasangan Indonesia-Filipina itu harus bekerja keras sebelum menyingkirkan ganda India, Abhinav Sanjeev Shanmugam/Manish Sureshkumar, melalui pertandingan tiga set.
Rifqi dan Alcantara sempat kehilangan set pertama dengan skor 4-6. Namun, mereka bangkit pada set kedua dan tampil dominan untuk menang 6-1 sehingga pertandingan berlanjut ke babak super tie-break.
Berkat pengalaman Alcantara serta permainan agresif Rifqi, pasangan ini sukses mengamankan super tie-break dengan skor 10-4 sekaligus memastikan tiket ke semifinal. Pada babak empat besar, mereka akan menghadapi pasangan Alexander Chang/Tanapat Nirundorn.
Rifqi mengaku kemenangan tersebut tidak lepas dari ketenangan yang ditunjukkan Francis Alcantara sepanjang pertandingan.
"Francis bermain sangat tenang saat menghadapi tekanan. Pengalaman yang dimilikinya sangat membantu kami mengubah keadaan hingga akhirnya bisa meraih kemenangan," ujar Rifqi dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 23 Juli 2026.
Sementara, Francis menilai lawannya tampil sangat baik pada set pertama. Namun, ia dan Rifqi mampu bangkit dengan bermain lebih sabar dan meningkatkan agresivitas pada super tie-break.
"Lawan bermain luar biasa pada set pertama. Kami kemudian mencoba lebih sabar dan tampil lebih agresif pada super tie-break, dan strategi itu berhasil," kata Francis.
Di sektor tunggal putra, langkah Rifqi Fitriadi dan Rafalentino Ali Da Costa harus terhenti pada babak kedua.
Rifqi gagal melanjutkan tren positif setelah dikalahkan petenis Australia, Sam Ryan Ziegann, dalam dua set langsung 4-6 dan 3-6.
Kemduian, Rafalentino Ali Da Costa juga harus mengakui keunggulan petenis Jepang, Ryuki Matsuda, dengan skor 4-6 dan 3-6.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Rafalentino mengaku memperoleh pengalaman berharga menghadapi petenis Jepang yang dikenal kuat dalam reli panjang.
"Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga menghadapi petenis Jepang yang terkenal kuat dalam reli panjang. Pengalaman ini akan menjadi modal penting bagi saya untuk tampil lebih baik pada seri berikutnya," tutur Rafalentino.










