TVRINews, Nagoya
Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria gagal mengikuti jejak Desak Made Rita Kusuma Dewi dalam meraih medali emas panjat tebing nomor speed putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tampil di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Kamis, 1 Oktober 2026, langkah Veddriq terhenti di semifinal setelah kalah dari rekan senegaranya, Aditya.
Aditya sebelumnya tampil gemilang pada babak kualifikasi. Ia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4,786 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Games. Sementara itu, Veddriq menempati posisi ketiga dengan waktu 4,95 detik, di belakang wakil Kazakhstan, Damir Toktarov, yang mencatatkan waktu 4,789 detik.
Namun, peluang Aditya untuk meraih emas juga kandas di final. Ia melakukan false start sehingga langsung didiskualifikasi dan gagal membawa pulang medali.
Medali emas akhirnya diraih wakil China, Chu Shouhong, dengan catatan waktu 4,714 detik. Medali perak menjadi milik Reza Ali Pour Shenazandi Fard dari Iran dengan waktu 5,362 detik, sedangkan perunggu diraih Damir Toktarov dari Kazakhstan dengan waktu 7,342 detik.
Hasil tersebut membuat Indonesia tidak menambah medali dari nomor speed putra. Sebelumnya, Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menyumbangkan emas dari nomor speed putri.
Indonesia tetap mengoleksi lima medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Emas kelima diraih atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah dari nomor compound individu putri.
Nurisa meraih emas setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137 pada final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, pada hari ini.
Lima emas Indonesia sejauh ini berasal dari bulutangkis beregu putra, ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi melalui Rahmat Erwin Abdullah, panjat tebing melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi, serta panahan melalui Nurisa Dian Ashrifah.










