TVRINews, Jakarta
Persiapan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030 mulai diarahkan pada penguatan kedalaman skuad.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Badan Tim Nasional (BTN) dan Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memetakan kebutuhan pemain di sejumlah posisi untuk membangun tim yang lebih kompetitif.
Erick menargetkan Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan tim tetap kompetitif ketika menghadapi jadwal padat maupun kehilangan pemain akibat cedera.
Idealnya, lanjut Erick, Indonesia mempunyai tiga kelompok pemain dengan masing-masing 11 orang atau setidaknya dua kelompok dengan kualitas relatif setara.
“Seperti yang pernah saya sampaikan sekitar dua tahun lalu, kita harus memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain, atau setidaknya dua kelompok berisi 11 pemain dengan kualitas yang relatif setara,” kata Erick, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dari hasil pemetaan awal, posisi penjaga gawang dinilai sudah memiliki dua opsi utama yang memadai. Sektor bek tengah juga dianggap cukup kuat, meski masih terbuka peluang menambah satu pemain. Sementara itu, posisi bek kiri memiliki sejumlah pilihan pemain.
Namun, persoalan muncul di sektor bek kanan yang stok pemainnya terbatas akibat badai cedera. PSSI juga melihat kebutuhan tambahan pemain di lini tengah, penyerang, dan sayap agar komposisi skuad semakin seimbang.
“Di lini tengah, mungkin ada tiga pemain yang konsisten, tetapi kita masih membutuhkan dua pemain lagi. Belum lagi kebutuhan di posisi penyerang dan sayap,” ujar Erick.
Erick mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki kedalaman skuad kuat. Menurutnya, banyaknya pemain Jepang yang berkarier di Eropa, termasuk di Liga Inggris, memberi keuntungan ketika tim menghadapi persoalan cedera atau membutuhkan rotasi.
Jepang disebut memiliki sekitar 100 pemain yang merumput di Eropa, termasuk belasan pemain di Liga Inggris. Kondisi tersebut menjadi gambaran bagi Indonesia mengenai pentingnya membangun kumpulan pemain berkualitas di berbagai posisi.
Sehingga, PSSI ingin menjaga keseimbangan antara pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang bermain di kompetisi domestik. Proses pemetaan kebutuhan pemain akan terus dievaluasi bersama Herdman dan BTN untuk menentukan posisi yang harus diperkuat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat persaingan di dalam skuad semakin sehat sekaligus memberi pelatih lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi.
Di sisi lain, Timnas Indonesia berpeluang langsung tampil pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia tanpa melewati putaran pertama. Peluang tersebut mengacu pada posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke-21 Asia.
Indonesia diproyeksikan menempati Pot 3 bersama Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India. Jika menggunakan format sebelumnya, tim-tim yang berada dalam pot yang sama tidak akan saling bertemu pada fase pengundian grup.
Pengundian putaran pertama dan kedua dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Sementara itu, pertandingan putaran kedua direncanakan digelar pada September 2027 hingga Maret 2028.
Meski demikian, pembagian pot, format kualifikasi, dan jadwal tersebut masih bersifat proyeksi dan menunggu konfirmasi resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, PSSI berupaya memperkuat kedalaman skuad agar Timnas Indonesia memiliki lebih banyak pilihan pemain dan mampu bersaing menghadapi tantangan pada Kualifikasi Piala Dunia 2030.










