TVRINews – Paris, Prancis
Zinedine Zidane resmi menggantikan Didier Deschamps sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis, membawa misi besar menatap Piala Dunia 2030.
Spekulasi yang berhembus selama beberapa bulan terakhir akhirnya terjawab sudah. Federasi Sepak Bola Prancis secara resmi mengumumkan penunjukan Zinedine Zidane sebagai nakhoda baru Les Bleus Jumat 31 Juli 2026.
Legenda sepak bola Prancis tersebut menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan membawanya memimpin tim hingga tuntasnya gelaran FIFA World Cup 2030. Zidane datang untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Didier Deschamps, yang memutuskan mundur usai membawa Prancis finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2026.
Zidane mewarisi fondasi tim yang kuat dari Deschamps, yang sebelumnya sukses mempersembahkan gelar juara dunia di Rusia 2018 serta mengantar Les Bleus ke partai final di Qatar empat tahun berselang.

(Zinedine Zidane (tengah) saat Mengangkat Tropi Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis. (Foto: FIFA))
Pria berusia 54 tahun ini mengemban tugas dengan rekam jejak yang luar biasa, baik sebagai pemain maupun pelatih. Sebagai pemain, ia merupakan pahlawan kemenangan Prancis di Piala Dunia 1998 dan kapten di edisi 2006.
Kariernya sebagai juru taktik pun tak kalah mentereng. Setelah memulai langkah kepelatihan sebagai asisten Carlo Ancelotti di Real Madrid dan membesut Real Madrid Castilla, ia sukses membawa tim utama Los Blancos menorehkan tinta emas. Zidane mencatatkan rekor belum terpecahkan berupa tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018, serta total mempersembahkan 11 trofi dalam enam musim.
Kini, penunjukan Zidane menandai estafet kepemimpinan dari generasi emas 1998. Ia menjadi figur ketiga dari skuad juara dunia 1998 yang secara beruntun dipercaya menukangi timnas Prancis, mengikuti jejak Laurent Blanc (2010–2012) dan Didier Deschamps (2012–2026).
Didukung oleh talenta-talenta kelas dunia seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Desire Doue, publik sepak bola kini menantikan bagaimana tangan dingin Zidane meracik taktik guna membawa Les Bleus kembali mendominasi panggung sepak bola global.









