TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai wacana penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim dapat membuka persaingan yang lebih luas bagi negara-negara peserta.
Erick mengatakan dirinya tidak melihat dampak negatif dari usulan tersebut. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan investasi terhadap pengembangan sepak bola nasional terus berlanjut agar kualitas dan peringkat Indonesia semakin meningkat.
"Saya tidak mengatakan begitu. Yang saya maksud adalah investasi yang sudah dilakukan harus terus didorong agar peringkat Indonesia semakin meningkat," kata Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menjelaskan FIFA melalui program FIFA Forward selama ini mendorong setiap federasi anggota untuk memperkuat pembinaan sepak bola, termasuk pengembangan tim nasional.
"Melalui program FIFA Forward, FIFA memang mendorong setiap federasi berinvestasi kepada tim nasional dan pembinaannya," ujar Erick.
Menanggapi adanya penolakan dari sejumlah konfederasi terhadap wacana penambahan peserta Piala Dunia, Erick mengaku memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, semakin banyak negara yang berpartisipasi justru akan membuat persaingan menjadi lebih terbuka.
"Saya tidak melihat sisi negatifnya. Beberapa konfederasi memang menolak, tetapi saya justru senang karena persaingan menjadi lebih terbuka," ucap Erick.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan usulan Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Menurut Infantino, format Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 peserta telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola dunia dengan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara di luar kekuatan tradisional untuk tampil di putaran final.









