
Heung-min Son dari Tottenham Hotspur melambaikan tangan kepada para penggemar sambil memegang trofi Liga Europa [Tony O Brien/Reuters].
Penulis: Fityan
TVRINews - Inggris
Kapten Spurs umumkan kepergian dari klub Premier League di tengah spekulasi transfer besar. “Saya datang sebagai anak muda, pulang sebagai pria dewasa,” ucap Son di Seoul, sambil menahan air mata.
Setelah satu dekade membela Tottenham Hotspur, Son Heung-min resmi mengumumkan kepergiannya dari klub yang membesarkan namanya di Premier League. Dalam konferensi pers emosional di Seoul, Sabtu (2/8), sang kapten menyebut keputusan ini sebagai “yang paling sulit sepanjang kariernya.”
“Sebelum memulai konferensi ini, saya ingin menyampaikan bahwa musim panas ini saya akan meninggalkan klub,” kata Son, 33, dengan nada suara bergetar. “Saya datang ke London Utara saat berusia 23 tahun, tak bisa bahasa Inggris, dan kini saya pergi sebagai pria yang tumbuh dewasa. Itu hal yang sangat membanggakan.”
Son, yang baru saja membawa Tottenham menjuarai Liga Europa trofi pertama klub sejak 2008 mengaku merasa waktunya bersama Spurs telah lengkap. “Memenangkan Liga Europa membuat saya merasa bahwa saya telah mencapai segalanya di sini. Sekarang saatnya mencari tantangan baru,” tambahnya.
Tanda Tanya Besar: Ke Mana Selanjutnya?
Meski belum mengungkapkan klub tujuannya, Son telah dikaitkan dengan beberapa klub dari Amerika Serikat dan Arab Saudi. Namun, saat ditanya oleh media Korea, ia hanya menjawab singkat, “Saya belum punya jawabannya sekarang.”
Satu hal yang pasti, Son menyatakan komitmennya untuk memperkuat Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, yang kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
“Prioritas saya sekarang adalah Piala Dunia. Saya ingin memberikan segalanya untuk negara saya,” ujarnya.
Warisan Sang Kapten
Selama 10 tahun membela Tottenham, Son mencatatkan 173 gol dalam 454 pertandingan kompetitif, menjadikannya salah satu pemain tersukses Asia di sepak bola Eropa. Ia ditunjuk sebagai kapten klub pada 2023 oleh pelatih saat itu, Ange Postecoglou, dan menjadi simbol loyalitas serta kerja keras di tengah transformasi besar Spurs.
Pelatih baru Spurs, Thomas Frank, juga memberi penghormatan khusus. “Dia legenda sejati Spurs. Salah satu pemain sayap terbaik yang pernah bermain di Premier League,” ujar Frank.
Laga Terakhir di Tanah Kelahiran?
Son dijadwalkan tampil dalam laga pramusim menghadapi Newcastle United di Seoul, Minggu (3/8). Pertandingan itu kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya bersama Tottenham, kali ini di depan publik tanah kelahiran yang mencintainya.
Sambil mengakhiri konferensinya, Son mengisyaratkan bahwa keputusan besar mengenai masa depannya akan diumumkan usai pertandingan tersebut. “Saya ingin bisa bermain sepak bola dengan bahagia. Itu akan sangat menentukan ke mana saya akan melangkah.”
Editor: Redaktur TVRINews
