TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman masih memantau kondisi Justin Hubner menjelang laga FIFA Matchday melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Meski mencatatkan namanya di papan skor, Hubner sebelumnya hanya bermain selama satu babak saat Indonesia mengalahkan Oman 3-0. Setelah itu, bek Fortuna Sittard tersebut menjalani latihan terpisah dari rekan-rekannya.
Herdman menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan dan tindakan pencegahan agar kondisi sang pemain tetap terjaga.
"Untuk Justin, sekali lagi ini tindakan pencegahan. Kami sedang dalam proses pengembalian bermain dengannya. Jadi kita lihat saja nanti," kata Herdman kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, tim pelatih sengaja memberikan waktu pemulihan penuh kepada Hubner sebelum menentukan apakah pemain berusia 22 tahun itu siap diturunkan menghadapi Mozambik. Kala menghadapi Oman, ia mengalami cedera otot paha belakang ringan (hamstring).
"Hari ini kami memberinya hari pemulihan penuh. Besok kami akan memeriksa ketersediaannya dan membuat pilihan yang terbaik untuk tim," ujar Herdman.
Berkaitan dengan kondisi Hubner, Herdman menegaskan fokus utama dalam periode FIFA Matchday kali ini adalah membangun konsistensi permainan tim.
Ia menilai waktu persiapan menuju putaran final Piala Asia 2027 semakin terbatas karena Indonesia hanya memiliki dua jendela FIFA Matchday lagi sebelum turnamen tersebut berlangsung.
Mengingat, persaingan ketat harus dihadapi Skuad Garuda yang tergabung dalam grup F bersama Jepang, Qatar, dan Tailan.
Sehingga, Herdman lebih memilih membangun kekompakan dan ritme permainan dibanding melakukan terlalu banyak eksperimen dalam susunan pemain.
"Satu kata yang penting bagi saya dalam kamp ini adalah konsistensi. Kami hanya memiliki dua jendela FIFA lagi sebelum Piala Asia. Kami harus membuat para pemain bermain bersama, membangun chemistry dan ritme permainan," ucap Herdman.
Pelatih asal Inggris itu menambahkan sejumlah pemain inti telah menunjukkan performa konsisten di level klub maupun tim nasional sehingga layak mendapatkan menit bermain secara berkelanjutan.
"Jendela ini sedikit tentang eksperimen, tetapi bagi saya lebih tentang konsistensi. Kami memiliki pemain yang melalui karier profesional mereka telah memenangkan hak untuk menjadi starter," tutur Herdman.
"Penting bagi mereka mendapatkan konsistensi di starting eleven dan terbiasa memainkan sistem serta gaya bermain kami bersama pemain lain yang juga telah memenangkan hak tersebut," ujar Herdman menambahkan.










