TVRINews, Jakarta
Manajer Timnas Indoensia U-22 Sumardji mengungkapkan kronologi kericuhan yang terjadi saat Skuad Garuda Nusantara mampu mengalahkan Thailand pada pertandingan final cabang olahraga sepakbola SEA Games 2023 Kamboja.
Menurut Sumardji, kericuhan diawali saat Thailand mampu menyamakan kedudukan pada menit akhir babak kedua. Kala itu, ofisial Thailand melakukan selebrasi menuju bench Timnas U-22.
Kemudian saat babak perpanjangan waktu baru mulai, Irfan Jauhari berhasil membalikkan keadaan, tepatnya pada menit ke-91. Sehingga, skor menjadi 3-2 untuk keunggulan tim besutan Indra Sjafri.
Baca Juga: Indonesia Peringkat ke-3, CdM Lexy: Alhamdulillah! Ini Capaian Terbaik SEA Games Sejak 2013
"Jadi tadi itu pada saat kita membalikkan keadaan, dari 2-2 lalu 3-2, ofisial (Timnas U-22) semuanya pada lari ke benchnya Thailand," kata Sumardji kepada wartawan, Rabu, 17 Mei 2023.
"Karena ofisial semua lari, anak anak juga, ceritanya membalas (selebrasi) waktu 2-2. Begitu membalas ke sana, saya sampaikan jangan, tapi rupanya tiba tiba dari belakang saya dipukul. Begitu dipukul, langsung jatuh saya," ujar Sumardji melanjutkan ceritanya.
Setelahnya, Manajer Timnas U-22 mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena bagian perjuangan yang tentu membutuhkan pengorbanan. Ia menilai kericuhan ini bisa terjadi, karena emosi yang terbawa saat pertandingan.
"Tapi sekali lagi, ini adalah berkat dan Rahmat dari Yang Kuasa, memberikan anugerah kepada kita setelah 32 tahun, kita susah mendapatkan (medali emas SEA Games)," tutur Sumardji.
Baca Juga: Raih Emas SEA Games 2023 Kamboja, Timnas U-22 Taklukkan Thailand 5-2
Sebagai informasi, Timnas U-22 berhasil meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja setelah 32 tahun penantian. Skuad Garuda Nusantara kalahkan Thailand dengan skor 5-2. Laga tersebut diwarnai dengan empat kartu merah dan 14 kartu kuning.










