TVRINews, Pontianak
Pebulutangkis Indonesia Apriyani Rahayu mengaku menghadapi tantangan baru setelah beralih dari sektor ganda putri ke ganda campuran. Pada Indonesia International Challenge 2026, Apriyani akan berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah.
Apriyani mengatakan perbedaan karakter permainan antara ganda putri dan ganda campuran membuatnya perlu beradaptasi, terutama dalam pola permainan, rotasi, dan komunikasi dengan pasangan.
“Pertandingan kali ini cukup berbeda. Biasanya saya bermain di sektor ganda putri dan sekarang saya di ganda campuran. Di sektor ganda ini memang harus memiliki komunikasi yang baik dan akan berbeda jika berkomunikasi dengan atlet laki-laki dan wanita,” ujar Apriyani.
Menurutnya, komunikasi dengan Dejan terus dibangun, baik saat berada di dalam maupun di luar lapangan. Ia menyebut proses tersebut sejauh ini berjalan dengan baik.
“Saya dan Dejan Ferdinansyah masih terus mencoba untuk terus menjaga komunikasi baik di dalam maupun di luar lapangan dan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Apriyani mengakui perpindahan sektor menjadi tantangan tersendiri setelah beberapa tahun fokus bermain di ganda putri. Ia memang pernah bermain ganda campuran ketika masih junior, tetapi kemudian lebih banyak berkarier di ganda putri.
“Tantangan saya pindah ke ganda campuran mungkin di adaptasi pola main. Karena di ganda putri saya sebagai playmaker, namun di ganda campuran saya harus bermain di depan. Jadi ada beberapa hal yang harus saya ubah, baik cara bermain maupun rotasi mainnya,” jelas Apriyani.
Selain persiapan teknis, Apriyani juga memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di Pontianak, terutama dengan adanya paparan asap. Sebelum berangkat, para atlet telah mendapat arahan untuk menjaga kondisi tubuh.
“Untuk mengantisipasi asap di sini, sebelum berangkat kami sudah dibekali arahan untuk memakai masker dan juga tidak lupa untuk mengonsumsi vitamin untuk menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Indonesia International Challenge 2026 akan berlangsung pada 25–30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.
Turnamen tersebut diikuti peserta dari 17 negara, yakni Indonesia, Chinese Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan menghadirkan persaingan kompetitif sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet Indonesia.
Sejumlah wakil Indonesia juga akan tampil untuk menambah pengalaman bertanding dan mengumpulkan poin ranking BWF.
Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Christian Adinata, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Sementara di tunggal putri terdapat Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri.
Pada sektor ganda putra, Indonesia diperkuat Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo.
Di ganda putri, Indonesia menurunkan Siti Sarah Azzahra/Velisha Christina, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari, serta Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika.
Sementara di ganda campuran, Indonesia akan diwakili Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana.
Kehadiran para wakil Indonesia diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat Pontianak. Selain menyaksikan persaingan atlet dari berbagai negara, penonton juga dapat memberikan dukungan langsung kepada para wakil Indonesia di hadapan publik tuan rumah.










