TVRINews, Bandung
Pemain sayap Persib Bandung Eliano Reijnders memuji atmosfer luar biasa yang ditunjukkan Bobotoh setelah Maung Bandung resmi menjuarai Super League 2025/26 dan mencetak sejarah tiga kali juara beruntun.
Persib memastikan gelar juara usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026.
Meski gagal mencetak gol, Eliano mengaku hasil akhir tetap menjadi hal yang paling penting bagi tim.
“Kami memang tidak mencetak gol, tapi siapa peduli,” ujar Eliano kepada wartawan termasuk tvrinews.com sesuai pertandingan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kemudian, Eliano membandingkan atmosfer suporter di Indonesia dengan pengalaman yang pernah ia rasakan di Eropa.
Adik dari gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, itu bahkan menyebut dukungan Bobotoh jauh lebih luar biasa dibanding atmosfer di Belanda.
“Saya pikir di sini jauh lebih baik. Kalian bisa lihat Bobotoh selalu mendukung di setiap pertandingan, dan apa yang terjadi setelah laga tadi benar-benar gila,” ucap Eliano.
Saat ditanya apakah atmosfer seperti itu juga terjadi di Belanda, Eliano mengaku ada kemiripan, namun intensitas dukungan Bobotoh tetap berbeda.
“Ya ada (perbedaan) tapi tidak seperti ini. Yang ini lebih gila,” tutur Eliano.
Keberhasilan Persib musim ini membuat klub asal Bandung tersebut menjadi tim kedua dalam sejarah Liga Indonesia yang mampu meraih gelar juara tiga musim berturut-turut setelah PSMS Medan pada periode 1968 hingga 1971.










