TVRINews, Montreal
Mercedes Kuasai Baris Terdepan Setelah Kalahkan Norris dan Ferrari dalam Kualifikasi Sprint di Montreal.
George Russell sukses mengamankan posisi start terdepan (pole position) untuk balapan Sprint GP Kanada Jumat 22 Mei 2026, setelah mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi yang ketat.
Pembalap Mercedes tersebut akan memimpin balapan dari baris terdepan bersama rekan satu timnya, Kimi Antonelli, yang melengkapi dominasi tim panah perak.
Russell mengungguli rekan setimnya yang asal Italia tersebut dengan selisih tipis 0,068 detik, menyusul performa impresifnya yang konsisten menjadi yang tercepat dalam dua putaran penentu di kualifikasi akhir.
Keberhasilan ini menjadi momen krusial bagi Russell untuk membalikkan awal musim yang ia sebut penuh dinamika, mengingat Antonelli telah memenangkan tiga dari empat balapan pembuka musim ini.

(Russell mengamankan posisi start terdepan [Foto: Formula One Official])
"Rasanya luar biasa setelah akhir pekan yang berat di Miami, namun saya tidak pernah meragukan kemampuan diri sendiri," ujar Russell setelah sesi kualifikasi. "Lintasan ini sangat luar biasa, memiliki daya cengkeram tinggi, dan memberi sensasi berkendara yang sesungguhnya." kutip BBC Sport
Peningkatan performa Mercedes di Montreal tidak lepas dari paket pembaruan komponen (upgrade) besar yang dibawa akhir pekan ini. Russell mengakui perubahan tersebut membawa dampak yang sangat signifikan pada kendali mobil.
Di sisi lain, Kimi Antonelli mengungkapkan bahwa penampilannya sedikit terhambat oleh temperatur ban yang belum ideal di awal putaran. Pembalap muda tersebut menggambarkan sesi kualifikasinya berjalan cukup "kacau".
Persaingan Ketat di Baris Belakang Mercedes
Baris kedua grid akan diisi oleh duo McLaren, dengan Lando Norris memimpin di posisi ketiga, terpaut 0,315 detik dari Russell, diikuti oleh Oscar Piastri di posisi keempat. Kendati McLaren juga membawa pembaruan komponen untuk balapan ini, peningkatan tersebut belum cukup untuk menandingi kecepatan Mercedes di sirkuit Montreal.
"Ini kejutan yang bagus. Setelah sesi pagi, kami sempat khawatir dengan jarak selisih waktu akibat kurangnya kepercayaan diri pada mobil," kata Norris. "Namun, perubahan setelan yang kami lakukan membawa perbaikan yang baik."
Sementara itu, Lewis Hamilton akan memulai balapan dari tempat kelima, di depan pembalap Ferrari, Charles Leclerc. Hamilton menyatakan kepuasannya atas hasil kualifikasi terbaiknya musim ini, yang terbantu oleh keputusannya untuk tidak menggunakan simulator Ferrari sebelum balapan demi mencari setelan mobil yang lebih segar.
"Mobil terasa sangat fantastis sejak sesi latihan pertama. Saya memilih setelan yang belum pernah kami gunakan sebelumnya, dan itu mengubah total performa mobil bagi saya," ungkap pembalap juara dunia tujuh kali tersebut.
Kendala Red Bull dan Insiden Alonso
Juara dunia bertahan, Max Verstappen, harus puas terlempar dari posisi lima besar dan akan start dari urutan ketujuh, tepat di depan rekan setimnya di Red Bull, Isack Hadjar. Verstappen mengeluhkan kondisi mobilnya yang tidak stabil dan terlalu membalap di atas permukaan sirkuit yang bergelombang.
"Perasaan saya di dalam mobil kurang baik. Saya sangat kesulitan mengatasi guncangan, hingga kaki saya sempat terangkat dari pedal," jelas Verstappen mengenai kendala teknisnya.
Sesi kualifikasi ini juga diwarnai oleh insiden bendera merah (red flag) yang dipicu oleh Fernando Alonso. Pembalap veteran Aston Martin tersebut kehilangan kendali akibat mengunci ban depan di Tikungan 3 dan menabrak dinding pembatas.
Kendati berhasil menembus kualifikasi babak pertama untuk pertama kalinya musim ini, Alonso harus puas start dari posisi ke-16 karena mobilnya tidak dapat dievakuasi tepat waktu untuk sesi berikutnya.
Nasib kurang beruntung juga dialami oleh Liam Lawson (Racing Bulls) dan Alex Albon (Williams). Kedua pembalap tidak dapat mengikuti sesi kualifikasi karena kerusakan mobil akibat kendala hidrolik pada mobil Lawson, dan insiden Albon yang menabrak seekor berang-berang (groundhog) pada sesi latihan sebelumnya.
Balapan Sprint diprediksi akan berlangsung sengit dengan Mercedes yang mencoba mempertahankan dominasi mereka dari ancaman McLaren dan Ferrari.










