TVRINews – London
Dubois Bangkit dari Kanvas Hentikan Fabio Wardley di Ronde 11.
Daniel Dubois berhasil merebut kembali takhta juara dunia. Petarung asal Britania Raya tersebut menundukkan Fabio Wardley lewat kemenangan TKO pada ronde ke-11 dalam laga yang berlangsung di Manchester, sabtu 8 Mei 2026 malam waktu setempat.
Pertarungan ini bukan sekadar adu jotos, melainkan sebuah ujian karakter bagi Dubois. Hanya dalam 10 detik pertama,
ia sudah mencium kanvas setelah terkena pukulan kanan telak dari Wardley. Situasi semakin kritis ketika Dubois kembali terjatuh pada ronde ketiga.
Namun, di sinilah narasi kariernya berubah; dari seorang petarung yang sering dipertanyakan mentalitasnya, menjadi seorang prajurit yang pantang menyerah.
Dominasi di Balik Luka
Memasuki pertengahan laga, Dubois mulai menemukan ritmenya. Ia menggunakan jab kiri sebagai pembuka jalan bagi kombinasi pukulan berat yang perlahan menghancurkan pertahanan Wardley.
Wajah Wardley mulai menunjukkan dampak dari serangan tersebut hidungnya rusak dan salah satu matanya tertutup rapat akibat bengkak.
Meski dalam kondisi terluka parah dan sempoyongan, Wardley menunjukkan keberanian luar biasa. Ia terus membalas setiap serangan, menolak untuk menyerah hingga wasit akhirnya menghentikan laga di ronde ke-11 demi keselamatan sang petarung.

Daniel Dubois memasuki arena dengan berat badan 115 kg, yang merupakan bobot terberat sepanjang karier profesionalnya (Foto: BBC Sport)
"Ini adalah perang. Terima kasih Fabio untuk itu. Saya tahu saya memiliki hati, tumpukan keberanian. Saya adalah seorang pejuang di dalam sana," ujar Dubois kepada DAZN sesaat setelah sabuk juara WBO melingkar di pinggangnya.
Penebusan Sang Juara
Kemenangan ini menjadi kemenangan profesional ke-23 bagi Dubois dan sekaligus membungkam para kritikus yang selama ini meragukan ketangguhannya pasca kekalahan dari Oleksandr Usyk.
Sebaliknya, bagi Wardley, ini adalah kekalahan perdana dalam 22 laga karier profesionalnya yang gemilang.
Promotor kawakan, Frank Warren, yang telah berkecimpung di dunia tinju selama 45 tahun, memberikan pujian setinggi langit. Ia menyebut laga ini sebagai "pertarungan kelas berat terbaik" yang pernah ia promosikan sepanjang kariernya.
Masa Depan Kelas Berat
Pasca kemenangan ini, cakrawala baru terbuka bagi Dubois. Meski terdapat klausul tanding ulang (rematch) dengan Wardley, nama-nama besar lain mulai muncul di radar.
Opsi untuk melengkapi trilogi melawan Oleksandr Usyk tetap ada, atau kemungkinan duel besar melawan pemenang antara Anthony Joshua dan Tyson Fury.
Dubois kini telah menegaskan posisinya. Ia bukan lagi sekadar talenta yang menjanjikan, melainkan kekuatan destruktif yang sah di puncak rantai makanan kelas berat dunia.
"Saya ingin berkembang dari pertarungan ini, menjadi lebih baik, dan kembali berkuasa sebagai juara," pungkas Dubois dengan penuh percaya diri.










