TVRINews, Sleman
Garudayaksa FC berhasil menjadi juara Championship (Liga 2) 2025/26 usai mengalahkan PSS Sleman pada partai final yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.
Mengawali pertandingan, PSS Sleman yang bertindak sebagai tuan rumah mencoba menekan pertahanan lawan dengan mengandalkan pergerakan Riko Simanjuntak di sisi sayap.
Sementara itu, tim asuhan Widodo Cahyono Putro memilih bermain lebih sabar dengan memanfaatkan bola-bola panjang ke area pertahanan PSS.
Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-23. Garudayaksa membuka keunggulan melalui sundulan Alfin Faiz Keliliauw setelah menerima umpan panjang Komang Tri Arta Wiguna dari wilayah pertahanan sendiri.
Gol tersebut membuat publik tuan rumah terdiam dan Garudayaksa memimpin sementara 1-0.
Tertinggal satu gol membuat PSS bermain lebih oportunis. Super Elja mencoba mengandalkan kecepatan pemain sayap seperti Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri untuk mengirimkan umpan silang ke kotak penalti.
Namun, pertahanan PSS kembali kecolongan. Berawal dari skema serangan balik cepat, kapten PSS Fachruddin Aryanto melanggar Christian Frydek di kotak terlarang sehingga wasit menunjuk titik penalti.
Everton Nascimento yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangan chip yang dilepaskannya mengecoh kiper PSS, Ega Rizky, yang bergerak ke arah berbeda.
Gol tersebut membuat Garudayaksa memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Alfin Faiz Keliliauw nyaris mencetak gol keduanya menjelang akhir babak pertama. Memanfaatkan situasi kosong di lini belakang PSS usai sepak pojok gagal dimaksimalkan, Alfin berhadapan dengan Ega Rizky dalam situasi dua lawan satu bersama Feby Eka.
Namun, Alfin memilih menyelesaikan peluang sendiri dan tendangannya masih melebar dari gawang PSS. Hingga turun minum, Garudayaksa tetap unggul 2-0 atas PSS.
Memasuki babak kedua, pelatih PSS Ansyari Lubis melakukan dua pergantian pemain untuk mengubah jalannya pertandingan. Ia memasukkan Irvan Mofu dan Junior Haqi menggantikan Terens Puhiri serta Figo Dennis.
Setelah terus melancarkan serangan, PSS akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-60. Saiful Djoge mengirimkan umpan matang dari sisi kanan yang berhasil diselesaikan Gustavo Tocantins menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Garudayaksa.
Tertinggal satu gol membuat PSS semakin agresif menekan pertahanan lawan. Tocantins kembali membobol gawang yang dikawal Yoewanto Setya Beny pada menit ke-76. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Gol yang dinantikan publik tuan rumah akhirnya datang pada menit 90+3. Gustavo Tocantins kembali menjadi penyelamat PSS lewat tendangan keras yang merobek gawang Garudayaksa.
Memanfaatkan kesalahan antisipasi Bagus Nirwanto, Tocantins melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau Beny. Skor pun berubah menjadi 2-2 dan pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Memasuki babak tambahan, kedua tim lebih banyak mengandalkan bola-bola panjang untuk membongkar pertahanan lawan. Kondisi stamina yang mulai terkuras membuat permainan berlangsung lebih berhati-hati.
Garudayaksa hampir memastikan kemenangan pada menit ke-110 saat Everton Nascimento melepaskan tendangan melengkung usai serangan balik cepat. Namun, bola hanya membentur tiang gawang sehingga peluang emas itu gagal berbuah gol.
Hingga 120 menit pertandingan berakhir, skor tetap bertahan 2-2 dan juara harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dalam babak adu penalti, Garudayaksa tampil lebih tenang dan akhirnya keluar sebagai juara dengan kemenangan 4-3. Kiper Yoewanto Setya Beny menjadi pahlawan kemenangan setelah berhasil menggagalkan tendangan Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins.
Sementara di kubu Garudayaksa, Manda Cingi, Christian Frydek, Dedi Tri Maulana, dan Taufik Hidayat sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti. Hanya Everton Nascimento yang gagal mencetak gol dari titik putih.
Kemenangan tersebut memastikan Garudayaksa FC menutup musim dengan gelar juara Liga 2 2025/26.










