TVRINews, Jakarta
Ganda Putri Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto berhasil menjuarai Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan unggulan asal Tiongkok Liu Shengsu/Tan Ning pada partai final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.
Usai pertandingan, Yuki mengakui laga berlangsung sangat menguras emosi dan mental. Menurutnya, faktor mental menjadi salah satu kunci utama yang mengantarkan mereka meraih gelar juara.
"Pertandingan hari ini benar-benar menguras emosi dan mental. Kami tidak mau kalah secara mental dan saya rasa itulah kunci kemenangan kami hari ini," ujar Yuki kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Minggu, 7 Juni 2026.
Atmosfer Istora yang dipenuhi ribuan penonton juga menjadi pengalaman berkesan bagi pasangan Jepang tersebut.
Mayu mengaku dukungan penonton membuat pertandingan terasa spesial, meski kebisingan di arena terkadang membuat suara shuttlecock tidak terdengar.
"Saat bertanding di Istora, terkadang suara shuttlecock sampai tidak terdengar karena sangat berisik. Tapi saya senang sekali karena banyak yang memanggil nama kami. Ketika kami melakukan pukulan yang bagus, penonton bersorak. Bahkan saat kami melakukan kesalahan, mereka tetap memberikan dukungan. Bertanding di sini sangat menyenangkan," kata Mayu.
Kemenangan atas Liu/Tan juga menjadi pembalasan setelah sebelumnya mereka beberapa kali mengalami kekalahan dari pasangan Tiongkok tersebut. Yuki menilai perbedaan terbesar pada laga kali ini adalah keberanian mereka untuk tampil lebih agresif.
"Biasanya ketika kami kalah, kami terlalu banyak bertahan. Meskipun mencoba menyerang, durasi bertahan kami terlalu lama sehingga ritmenya tidak bagus. Hari ini kami berusaha terus maju dan menyerang," ucap Yuki.
Di usia yang sudah tidak lagi muda untuk ukuran atlet bulu tangkis elite, Yuki dan Mayu masih mampu bersaing di level tertinggi dunia. Menurut Mayu, kunci menjaga performa adalah keseimbangan antara latihan dan pemulihan.
"Sambil istirahat, latihan juga harus tetap dilakukan dengan maksimal. Hanya itu saja," tutur Mayu.
Gelar Indonesia Open 2026 juga memiliki makna emosional tersendiri bagi kedua pemain. Delapan tahun lalu, Yuki dan Mayu datang ke Istora sebagai rival yang saling berhadapan dengan pasangan masing-masing. Kini mereka berdiri bersama sebagai rekan setim dan berhasil mengangkat trofi juara.
"Selama ini kami selalu menjadi rival. Kali ini bisa berdiri di lapangan yang sama sebagai rekan dengan partner yang sangat bisa diandalkan, lalu bermain dan menang di final Indonesia Open bersama, itu sangat membahagiakan bagi saya. Kemenangan ini menjadi aset yang sangat berharga," kata Yuki.










