TVRINews – Monako
George Russell Tertinggal di Kualifikasi Monako Setelah Gagal Bendung Dominasi Rekan Setimnya
Ketegangan internal di kubu Mercedes memuncak pada sesi kualifikasi Grand Prix Monako sabtu 6 Juni 2026. Pembalap muda Kimi Antonelli berhasil mengamankan posisi start terdepan (pole position), sementara rekan setimnya, George Russell, harus puas mengawali balapan dari urutan keenam setelah mengakui adanya kendala teknis yang membingungkan.
Russell tiba di sirkuit jalan raya Monte Carlo dengan strategi psikologis untuk menekan Antonelli. Pembalap asal Inggris tersebut sempat menyatakan bahwa gelar juara musim ini sepenuhnya berada di tangan Antonelli setelah pembalap Italia berusia 19 tahun itu memperlebar jarak menjadi 43 poin di klasemen sementara. Hal ini menyusul kegagalan Russell menyelesaikan balapan saat memimpin di Grand Prix Kanada sebelumnya.
Namun, hasil kualifikasi justru berbanding terbalik dengan harapan Russell. Antonelli tampil dominan dan merebut posisi terdepan, unggul 0,394 detik dari Russell yang tertahan di baris ketiga.
"Saya sedikit bingung," ujar Russell setelah sesi kualifikasi berakhir. "Saya tidak benar-benar tahu apa yang sedang terjadi.".
Pembalap berusia 28 tahun tersebut mengakui bahwa performanya menurun drastis dalam tiga balapan terakhir, meskipun sempat meraih posisi terdepan di Kanada. Menurut analisisnya, perbedaan gaya membalap memengaruhi efisiensi pemanasan ban pada mobil musim ini.
"Ada perbedaan jelas dalam gaya berkendara kami berdua. Gaya tersebut menguntungkan saya tahun lalu, namun musim ini justru sangat cocok dengan Kimi," kata Russell. Ia menambahkan bahwa Antonelli mampu menjaga temperatur dan keseimbangan ban dengan lebih baik di sepanjang lintasan.
Dukungan Manajemen dan Tantangan Balapan
Menanggapi situasi tersebut, Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, menegaskan bahwa penurunan performa Russell bukan disebabkan oleh faktor psikologis, melainkan murni masalah kepercayaan diri terhadap daya cengkeram (grip) kendaraan.
"George adalah pembalap yang sangat tangguh dan tangguh. Dia hanya kehilangan kepercayaan diri pada mobil sejak awal kualifikasi," kata Wolff kepada Sky Sports. Sebaliknya, Wolff memuji momentum positif yang sedang dinikmati Antonelli. "Dia masih sangat muda dan memiliki keluwesan bermain. Ketika Anda membawa energi positif seperti itu, hasil luar biasa bisa terjadi."
Di sisi lain, Antonelli berhasil mengungguli pembalap Red Bull, Max Verstappen, dengan selisih tipis 0,043 detik untuk mengamankan posisi start pertama. Di posisi ketiga, pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, siap mengancam di tikungan pertama.
Tantangan utama bagi Antonelli pada balapan mendatang adalah sektor start. Pembalap muda tersebut tercatat kerap kehilangan posisi sesaat setelah lampu hijau menyala di setiap balapan musim ini.
"Di Montreal, untuk pertama kalinya saya tidak kehilangan enam atau tujuh posisi, melainkan hanya satu," kata Antonelli. "Lintasan menuju tikungan pertama di sini cukup pendek, saya hanya perlu melakukan start yang bersih tanpa perlu mencoba manuver yang terlalu berisiko."
Menanggapi rekor start Antonelli, Max Verstappen memberikan kelakar profesionalnya. "Ketika lampu padam, tunggulah satu detik. Itulah saran saya," ujar juara dunia asal Belanda tersebut.
Sementara itu, Lewis Hamilton memprediksi balapan di Monako akan berjalan ketat dan minim aksi penyalipan karena karakteristik sirkuit yang sempit. Kendati demikian, Hamilton menegaskan akan tetap memberikan tekanan maksimal sejak awal balapan demi membuka peluang strategi pit stop tunggal yang krusial.










