TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai persaingan sepak bola Asia Tenggara semakin ketat. Peningkatan kualitas skuad, termasuk melalui kehadiran pemain naturalisasi dan pemain dengan pengalaman internasional, membuat jarak kekuatan antartim semakin tipis.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuat setiap pertandingan di turnamen perdana FIFA di Asia Tenggara berlangsung kompetitif. Tim-tim seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Filipina terus menunjukkan peningkatan kualitas.
“Sekarang kualitas permainan negara-negara Asia Tenggara terus meningkat. Setiap tim memiliki kekuatan dan komposisi pemain yang semakin solid,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Rabu, 30 September 2026.
Ia mencontohkan Malaysia yang memiliki skuad dengan pemain dari berbagai negara. Menurut Erick, penguatan komposisi tim melalui pemain naturalisasi maupun pemain berpengalaman di level internasional turut meningkatkan persaingan di kawasan.
Sehingga, Erick meminta Timnas Indonesia tidak menganggap remeh lawan, termasuk Bangladesh yang akan menjadi lawan terakhir di Grup A. Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
“Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Indonesia harus tetap berjuang dan bermain dengan fokus penuh,” kata Erick.
Indonesia saat ini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Grup A setelah menang 2-0 atas Singapura dan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Laga kontra Bangladesh menjadi pertandingan terakhir Indonesia pada fase grup.
Erick mengapresiasi perjuangan para pemain saat menghadapi Malaysia. Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37, tetapi tetap mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir.
“Masih ada peluang, tetapi semuanya memiliki risiko. Tidak ada jalan mudah. Para pemain harus terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik,” tutur Erick.
Erick juga menekankan pentingnya konsistensi dan fokus hingga pertandingan terakhir. Menurutnya, persaingan yang semakin rapat di Asia Tenggara membuat setiap laga harus dijalani dengan kesiapan penuh.
Sebelumnya, Erick juga meminta Timnas Indonesia fokus menghadapi Bangladesh dan menyebut peluang untuk melaju ke partai final masih terbuka.
Peluang Indonesia untuk melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka. Skuad Garuda harus meraih kemenangan atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A sekaligus berharap Malaysia kehilangan poin saat menghadapi Singapura.
Indonesia juga perlu memperbaiki selisih gol karena saat ini Malaysia memiliki surplus tiga gol, sedangkan Indonesia surplus dua gol.










