TVRINews – Zurich
Jejak Sejarah Lintas Benua: Piala Dunia 2030 Digelar di Tiga Benua dan Enam Negara.
Turnamen sepak bola terakbar di planet ini bersiap menorehkan sejarah baru yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Selepas perhelatan akbar di Amerika Utara, Piala Dunia 2030 dipastikan akan memiliki cakupan geografis yang jauh lebih luas dan kompleks, melibatkan enam negara yang tersebar di tiga benua berbeda.
Berdasarkan struktur resmi yang dirancang oleh FIFA, Maroko, Portugal, dan Spanyol akan bertindak sebagai tuan rumah utama. Penunjukan ini sekaligus mencatatkan tonggak sejarah baru, di mana turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat untuk pertama kalinya diselenggarakan di lintas konfederasi berbeda serta menginjakkan kaki pertama kalinya di wilayah Afrika Utara.
Kendati demikian, nuansa nostalgia tetap dijaga demi memperingati satu abad usia turnamen tersebut. FIFA menetapkan bahwa laga pembuka khusus akan dilangsungkan di Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay, stadion yang dahulu menjadi saksi bisu sekaligus panggung final Piala Dunia edisi perdana pada tahun 1930.
Selain Uruguay, Argentina dan Paraguay masing-masing juga akan mendaulat satu pertandingan penyisihan.
Kebijakan pembagian tuan rumah ini bermula dari proses panjang penawaran yang dimulai secara serius pada tahun 2022. Aturan rotasi ketat yang diterapkan oleh badan tertinggi sepak bola dunia tersebut membuat konfederasi dari Asia dan Amerika Utara tidak memenuhi syarat pencalonan.
Alhasil, setelah melalui berbagai dinamika diplomasi olahraga, dewan FIFA secara aklamasi memilih proposal gabungan Maroko, Portugal, dan Spanyol pada Oktober 2023.
Presiden FIFA, Gianni Infantino Selasa 21 Juli 2026, menjelaskan bahwa keputusan memberikan jatah pertandingan kepada Uruguay, Argentina, dan Paraguay adalah bentuk penghormatan yang paling layak guna merayakan seratus tahun perjalanan turnamen.
"Uruguay menggelar dan memenangi edisi perdana turnamen dengan mengalahkan Argentina di partai final," ujar Infantino, menegaskan nilai historis dari keputusan tersebut.
Selain itu, FIFA juga merencanakan rangkaian seremoni perayaan seratus tahun yang unik di Montevideo pada pekan sebelum turnamen resmi dimulai pada 13 Juni 2030.
Terkait format peserta, wacana penambahan jumlah negara dari 48 tim menjadi 64 tim sempat mengemuka. Ide tersebut sebelumnya dicanangkan oleh Presiden Conmebol, Alejandro Domínguez, yang menilai bahwa perayaan satu abad harus dirayakan secara megah.
"[Turnamen ini] akan terasa unik karena perayaan 100 tahun hanya terjadi sekali dalam sejarah," ungkap Domínguez.
Secara infrastruktur, turnamen ini akan melibatkan 17 kota tuan rumah dengan sekitar 20 stadion, di mana sebagian besar venue dipusatkan di Spanyol, serta kota-kota besar di Portugal dan Maroko seperti Porto, Lisbon, Marrakech, dan Tangier.
Di balik megahnya perhelatan ini, format lintas benua tersebut secara otomatis memetakan ulang peta politik sepak bola global, termasuk dampaknya terhadap regulasi pencalonan edisi-edisi berikutnya.










