TVRINews – Madrid, Spanyol
Dua Juta Warga Madrid Tumpah Ruah Sambut Timnas Spanyol
Kemeriahan luar biasa menyelimuti ibu kota Spanyol pada awal pekan ini. Skuad La Roja yang baru saja menorehkan sejarah gemilang dengan merengkuh trofi Piala Dunia 2026 disambut oleh lautan manusia yang diperkirakan mencapai dua juta jiwa di jalan-jalan utama Madrid selasa 21 Juli 2026.
Keberhasilan ini dipastikan setelah Spanyol menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak tambahan waktu pada partai final di New Jersey, Amerika Serikat. Gol tunggal penentu kemenangan tersebut dicetak oleh Ferran Torres, yang sekaligus mengamankan gelar juara dunia kedua bagi Spanyol sejak terakhir kali meraihnya di Afrika Selatan pada tahun 2010.
Setibanya di Madrid pada hari Selasa, ke-26 pemain beserta jajaran pelatih langsung disambut oleh pihak istana kerajaan sebelum melanjutkan agenda kenegaraan menemui Perdana Menteri Pedro Sánchez di Istana Moncloa.
"Terima kasih kepada para pelatih dan pemain atas gaya permainan, kerja keras, serta kemenangan ini. Kami sungguh menikmati permainan kalian," ujar Perdana Menteri Pedro Sánchez dalam sambutannya.
Usai agenda resmi kenegaraan, rombongan timnas menaiki bus terbuka untuk memulai konvoi meriah melintasi jantung kota Madrid. Bus tersebut dihiasi tulisan "Stars shine together" beserta potret para punggawa tim.
Para pemain yang mengenakan kaos bertuliskan "Somos Campeones" tampak antusias berinteraksi dan menari bersama para pendukung di sepanjang rute perjalanan.
"Merupakan pengalaman yang emosional dan membanggakan bisa mewakili negara yang luar biasa dengan para pendukung yang begitu penuh semangat dan berdedikasi. Kami dipenuhi oleh kebahagiaan," ungkap Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, sebelum konvoi dimulai.
Rute konvoi bergerak dari kawasan Moncloa menuju Alun-Alun Cibeles, lokasi tradisional perayaan kemenangan olahraga di Madrid. Pihak berwenang setempat mencatat sekitar 120.000 warga telah memadati area alun-alun tersebut untuk mengikuti acara puncak.
Di atas panggung utama, para pemain diperkenalkan satu per satu diiringi lagu pilihan masing-masing. Gelandang Álex Baena, yang berulang tahun ke-25, membawa serta trofi Piala Dunia saat naik ke atas panggung.
Kemeriahan semakin memuncak ketika para pemain mengangkat sang pelatih ke udara dan penyerang Borja Iglesias berganti peran menjadi disjoki yang memandu rekan-rekannya berjoget, dihibur oleh penampilan para musisi ternama seperti Aitana, Ana Mena, dan Lola Índigo.
Antusiasme warga terlihat sejak Senin pagi, di mana kelompok suporter telah mengamankan tempat di sekitar Alun-Alun Cibeles meski suhu udara mencapai 35 derajat Celsius. Berdasarkan estimasi resmi, total 1.8 hingga 2 juta orang turut ambil bagian dalam kemeriahan penyambutan ini di seluruh penjuru Madrid.
Ucapan selamat atas kemenangan ini turut datang dari para pemimpin negara tuan rumah bersama, yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Meskipun atmosfer perayaan berlangsung sangat meriah dan larut malam pasca-final, suasana duka sempat menyelimuti sebagian warga setelah pihak berwenang melaporkan insiden tragis di Salamanca, di mana seorang remaja berusia 13 tahun meninggal dunia akibat runtuhnya air mancur yang dinaiki bersama rekan-rekannya untuk merayakan kemenangan.
Di sisi lain, pencapaian tim putra ini melengkapi kejayaan sepak bola Spanyol menyusul keberhasilan tim putri menjuarai Piala Dunia pada tahun 2023. Capaian tersebut menjadikan Spanyol sebagai negara Eropa pertama yang memegang kedua gelar bergengsi tersebut secara bersamaan.
Bagi masyarakat Spanyol, momentum kemenangan ini juga merefleksikan transformasi sosial dan ekonomi negara. Kondisi Spanyol saat ini jauh berbeda dibanding tahun 2010, di mana perekonomian nasional kala itu tengah terpuruk akibat krisis utang dan tingkat pengangguran yang tinggi. Kini, ekonomi Spanyol mencatatkan tren positif dengan tingkat pengangguran yang menurun drastis serta stabilitas sosial yang jauh lebih kondusif.










