TVRINews, Kuala Lumpur
Wakil Indonesia kembali tersingkir dalam turnamen bulutangkis Malaysia Open 2023. Kali ini, langkah tunggal putra Jonatan Christie dan pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi harus terhenti.
Dalam laga babak kedua ajang BWF World Tour Super 1000 yang berlangsung di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis, 12 Januari 2023. Jojo, sapaan akrab dari Jonatan dikalahkan Kenta Nishimoto dari Jepang dengan skor akhir 15-21, 17-21.
Baca Juga: Malaysia Open 2023, Rehan/Lisa Singkirkan Peraih Medali Perak Olimpiade Rio 2016
Jojo merasa sangat kecewa dengan kekalahan ini. Ia menegaskan bakal mengevaluasi penampilannya dalam pertandingan hari ini. Pasalnya, dirinya mengaku heran dengan penampilan yang serba bingung dan ragu.
"Sebenarnya berapa kali permainan saya mau keluar. Saya coba dengan memaksa untuk bangkit dan bermain lebih kuat, lebih sabar, dan berusaha tampil optimal. Saya mau berusaha keras. Lebih tahan lagi," kata Jojo.
"Namun, semua pukulan dan buangannya tidak bagus. Pukulan saya sering tanggung dan malah mengenakan lawan untuk nenyerang. Saya heran, saya main apa hari ini?," ujar Jojo menambahkan.
Menurutnya, Kenta sebenarnya main normal. Akan tetapi, dirinya yang tidak bisa mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki. Ia merasa perfomanya tidak maksimal dalam laga ini.
"Lawan sebenarnya hanya bermain normal. Lapangan juga tidak berangin seperti kemarin, tetapi performa saya memang jelek. Saya menyesal sekali dengan penampilan ini. Jadi kekalahan ini bukan semata-mata karena persoalan teknik. Tetapi ke soal pemikiran saya yang tidak optimal. Semua problem ada di pemikiran saya saja," tutur Jojo.
Baca Juga: Malaysia Open 2023, Shesar Hiren Rhustavito dan Zacha/Bela dapat Pelajaran Berharga
Pada partai sebelumnya, Ana/Tiwi juga belum berhasil mengatasi perlawanan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Wakil Indonesia ini pun takluk kepada peraih perak Olimpiade Tokyo asal China itu dengan skor 7-21, 9-21 dalam 31 menit.
Menurut Pelatih Kepala Ganda Putri Eng Hian, anak didiknya memang masih di bawah kemampuan lawan. Tak heran, hasil pertandingannya terasa beda level.
"Harus diakui, Ana/Tiwi masih kalah kelas lawan Chen/Jia. Ini menjadi pekerjaan rumah buat saya untuk meningkatkan performa keduanya," ujar Didi, sapaan akrab Eng Hian.










