TVRINews, Jakarta
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho menanggapi kemungkinan timnya harus memindahkan pertandingan kandang melawan Garudayaksa pada 28 November 2026.
Hal ini disebabkan, karena adanya agenda konser My Chemical Romance di Jakarta International Stadium (JIS) pada 22 November 2026.
Konser tersebut hanya berjarak sekitar lima hingga enam hari dari jadwal pertandingan Persija yang bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun klub.
Ketika ditanya apakah pertandingan sebaiknya dialihkan ke Bekasi, Ridho memberikan respons bernada candaan. Ia mengaku tidak ingin Persija kembali kehilangan kesempatan bermain di kandang sendiri.
"Kalau main di Bekasi, kita harus ngurang lagi dong? Capek, Mas. Lebih baik buat konser lagi saja. Nanti kalau saya protes, para penggemar konser malah memarahi saya. Padahal ini stadion sepak bola," ujar Ridho, Minggu, 8 November 2026.
Meski menyampaikan jawaban dengan nada bercanda, Ridho mengakui situasi tersebut membuatnya serba salah. Ia kemudian mengalihkan perhatian pada persoalan kondisi rumput JIS yang selama ini dikeluhkan para pemain Persija.
Menurutnya, pihak pengelola stadion sebelumnya telah berjanji melakukan perbaikan rumput saat Persija menjalani laga tandang melawan Dewa United. Namun, para pemain belum merasakan perubahan yang signifikan.
"Sejujurnya serba salah jawabannya. Kemarin saat kita melakoni laga tandang melawan Dewa United ada jeda waktu, dan pihak pengelola berjanji akan memperbaiki rumput. Namun, kami para pemain tidak melihat apa yang sebenarnya diperbaiki," kata Ridho.
Ia menilai kondisi lapangan yang bergelombang menyulitkan Persija memainkan pola operan cepat dan kombinasi satu-dua sentuhan (one-two touch), yang menjadi salah satu karakter permainan tim.
"Semua pemain mengeluhkan kondisi lapangan ini sebelum bertanding, sementara kami dituntut bermain maksimal. Teman-teman media tahu karakter Coach Shin yang menyukai operan satu-dua sentuhan. Di lapangan bergelombang seperti ini, aliran bola operan satu-dua sentuhan justru melenceng ke mana-mana," ucap Ridho menjelaskan.
Ridho bahkan menyindir pengelola stadion karena belum melihat hasil perbaikan yang diharapkan.
"Saya sampai bingung mau diapakan lagi lapangan ini, mungkin harus berbicara bahasa Korea kepada pengelolanya," tutur Ridho.










