TVRINews, Jakarta
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong (STY) mengungkapkan alasan di balik keputusannya menerima pinangan Macan Kemayoran untuk menghadapi kompetisi Super League musim depan.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku sudah sangat mengenal Persija setelah lima tahun bekerja di Indonesia.
Pengalamannya mendampingi Timnas membuatnya akrab dengan atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun Jakarta International Stadium (JIS), yang menjadi markas Persija.
"Saya melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, jadi sangat mengenal stadion di Jakarta, seperti GBK dan JIS. Saya mungkin paling mengenal Persija dibanding tim lain," kata STY kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, Persija merupakan salah satu klub terbaik di Indonesia. Meski mengakui banyak klub kuat lain seperti Persib Bandung, Borneo FC Samarinda, dan Bali United, STY tertarik menerima tantangan baru bersama Persija.
"Saya ingin mencoba tantangan di Super League Indonesia, baik dari sisi prestasi maupun sistem. Saya juga ingin membantu perkembangan sepak bola Indonesia menjadi lebih baik lagi," ujar STY.
Terkait target musim depan, STY menegaskan dirinya ingin membawa Persija meraih prestasi terbaik. Ia juga berharap mampu membangun tim yang dapat kembali mengundang antusiasme suporter untuk datang ke stadion.
"Target saya tentu meraih prestasi yang baik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar para pendukung Persija ingin kembali datang dan menonton permainan tim ini," ucap STY.
STY juga menepis anggapan, tim asuhannya akan bermain bertahan seperti yang kerap diperlihatkan Timnas Indonesia pada masa kepemimpinannya.
Menurut pelatih asal Korea Selatan tersebut, filosofi sepak bola yang dianutnya justru mengutamakan permainan menyerang.
"Sebenarnya filosofi saya adalah sepak bola menyerang, bukan bertahan. Saat melatih Timnas Indonesia, lawan yang dihadapi banyak yang lebih kuat sehingga kami harus bertahan lebih dulu lalu melakukan serangan balik," tutur STY.
Ia menambahkan gaya bermain Persija musim depan akan sangat bergantung pada komposisi skuad yang dibangun, termasuk pemain asing yang akan didatangkan.
"Setelah berdiskusi dengan manajemen dan melihat kebutuhan tim, kami ingin memainkan sepak bola yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih agresif dalam menyerang," kata STY.
Selain soal target dan gaya bermain, STY juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan pemain muda Persija. Ia menilai klub ibu kota memiliki banyak talenta potensial yang perlu mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
"Persija memiliki banyak pemain muda yang bagus. Untuk masa depan sepak bola Indonesia, pemain muda harus mendapatkan menit bermain yang cukup di liga. Dengan begitu sepak bola Indonesia juga bisa berkembang bersama-sama," tutur STY.










