TVRINews, Aichi
Timnas Basket Putra Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak perempat final nomor 5x5 Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kembali menelan kekalahan pada laga terakhir Grup A.
Bertanding di Aichi International Arena, Jepang, Minggu, 13 September 2026, Indonesia takluk dari Arab Saudi dengan skor 89-100.
Hasil tersebut membuat skuad Garuda selalu kalah dalam tiga pertandingan fase grup. Sebelumnya, Indonesia juga menelan kekalahan dari tuan rumah Jepang dan Korea Selatan.
Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia David Singleton mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Ia menilai kualitas dan kemampuan para pemain sebenarnya bisa menunjukkan hasil yang lebih baik.
"Sayangnya, kami tidak bisa menunjukkan jati diri kami yang sesungguhnya hingga pertandingan terakhir melawan Arab Saudi. Ini bukanlah standar yang ingin kami tetapkan di level tim nasional. Kami akan mencari berbagai cara untuk melakukan perbaikan, baik pada masa persiapan maupun selama kompetisi berlangsung," ujar Singleton dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 13 September 2026.
Pelatih yang akrab disapa Coach Dave itu mengakui hasil di Asian Games 2026 sebagai kegagalan. Namun, ia menegaskan tim tetap berjuang hingga pertandingan terakhir.
"Kami menilai hasil ini sebagai kegagalan. Kami yakin masih banyak potensi yang bisa kami tunjukkan, namun kami tidak mendapatkan proses adaptasi yang cukup cepat selama berada di Jepang. Hal yang ingin saya tekankan adalah tim kami tetap tampil dan berjuang hingga akhir. Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa kami tidak akan pernah menyerah," ucap Singleton.
Ia mengatakan tim tidak ingin mencari alasan atas hasil tersebut. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan, terutama karena skuad yang dibawa ke Asian Games membutuhkan proses adaptasi.
"Kami tidak mencari-cari alasan. Itu poin utamanya. Jika harus menjawab berdasarkan fakta, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan, terutama bagi tim Asian Games. Kami baru benar-benar bangkit dan menunjukkan kemampuan terbaik kami pada pertandingan ketiga," kata Singleton.
Ia juga memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh setelah kegagalan Indonesia melaju ke perempat final.
"Kami harus mengevaluasi segalanya. Federasi memiliki harapan agar kami meraih kemenangan dan tampil lebih baik. Oleh karena itu, mulai dari pelatih, pemain, staf pendukung, hingga aspek organisasi dan penjadwalan, semuanya akan dievaluasi dan diperbaiki," tutur Singleton.
Menurutnya, pembenahan tidak hanya diperlukan pada level tim senior, tetapi juga harus dilakukan dari tingkat akar rumput untuk mempersiapkan generasi berikutnya.
"Kami sebenarnya tidak jauh dari pencapaian hasil yang lebih baik, namun kami harus bergerak dalam hal pengembangan dan peningkatan, tidak hanya di level senior, tetapi juga di tingkat akar rumput, baik bagi pemain maupun pelatih, demi generasi mendatang," ujar Singleton.










