TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kualitas penyelenggaraan liga sepak bola Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem sepak bola.
Erick menyebut organisasi, operator liga, sponsor, klub, penyiar, hingga suporter memiliki peran dalam membangun kompetisi yang berkualitas.
“Kita ini negara sepak bola, artinya kita tidak mungkin membangun sepak bola ini secara sendiri-sendiri. Stakeholder harus jadi satu, liganya harus bersih,” kata Erick Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, sejumlah aspek masih perlu diperkuat untuk meningkatkan kualitas liga, di antaranya akurasi kepemimpinan wasit dan konsistensi klub dalam menampilkan permainan terbaik di setiap pertandingan.
Erick menilai peningkatan kualitas tersebut dapat berdampak terhadap daya saing serta peringkat liga Indonesia di tingkat internasional.
Di sisi lain, Erick menyoroti kondisi finansial klub sebagai bagian penting dalam pengembangan industri sepak bola nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas kompetisi harus berjalan beriringan dengan penguatan bisnis klub.
“Karena tidak mungkin kita membangun liga tetapi klub-klubnya tidak sehat. Dengan kualitas klub yang diperbaiki, bisa berimbas pada pendapatannya yang naik,” ujar Erick.
Erick mengatakan pendapatan liga dan klub menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Karena itu, ia mendorong pemerataan kekuatan antarklub agar kompetisi semakin kompetitif dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
Ia juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap olahraga. Menurutnya, sepak bola tidak semestinya hanya dipandang sebagai sektor yang membutuhkan biaya, tetapi juga dapat menjadi investasi yang menghasilkan pendapatan.
“Jadi saya selalu mendorong, bahwa olahraga ini bukan biaya, tetapi olahraga ini investasi. Investasi yang menghasilkan pendapatan untuk banyak pihak. Makin banyak klub yang sehat, liganya makin kompetitif, dan penontonnya makin banyak,” tutur Erick.









