TVRINews, Jakarta
Ganda Putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tidak ingin larut dalam euforia setelah meraih dua medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pasangan tersebut menjadikan kesuksesan di Jepang sebagai batu loncatan menuju target yang lebih besar, yakni Olimpiade Los Angeles 2028.
Leo/Daniel memastikan medali emas setelah mengalahkan wakil China Liang Weikeng/Wang Chang, pada final bulutangkis nomor perorangan.
Dalam pertandingan tersebut, Leo/Daniel harus melewati pertarungan sengit sebelum menang dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18. Sebelumnya, Leo/Daniel juga membantu tim beregu putra Indonesia meraih medali emas.
Leo mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri setelah kegagalan pada Asian Games empat tahun sebelumnya. Namun, ia menilai euforia atas keberhasilan tersebut cukup dirasakan setelah pertandingan dan kini saatnya kembali fokus menghadapi tantangan berikutnya.
“Terutama mengucap syukur Alhamdulillah atas pencapaian kita berdua dan seluruh tim yang ada di tim Asian Games. Pastinya sangat senang dan sangat bahagia untuk euforia ini karena mengingat empat tahun yang lalu Asian Games juga gagal,” kata Leo, Rabu, 7 Oktober 2026.
Daniel mengatakan gelar tersebut dipersembahkan untuk Indonesia dan masyarakat yang sempat kecewa dengan hasil empat tahun lalu.
“Kami ingin mempersembahkan gelar ini untuk Indonesia dan untuk masyarakat semuanya yang mungkin empat tahun lalu merasa kecewa. Jadi kami tidak mau mengecewakan tim, dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memboyong gelar untuk Indonesia,” ujar Daniel.
Kini, fokus Leo/Daniel mulai diarahkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Daniel menyadari persaingan di sektor ganda putra untuk memperebutkan tiket Olimpiade akan berlangsung ketat.
“Yang pasti kami berusaha untuk lolos kualifikasinya dan persaingan di ganda putra cukup ketat juga. Siapa pun bisa bersaing dan kami nggak mau menyia-nyiakan kesempatan itu,” ucap Daniel.
Leo/Daniel sempat berada dalam posisi unggul 18-13 pada gim ketiga final Asian Games. Namun, lawan mampu memberikan tekanan hingga kedudukan kembali ketat.
Leo mengakui situasi tersebut membuat mereka sempat terburu-buru. Komunikasi menjadi kunci bagi keduanya untuk mengendalikan kembali permainan.
“Jadi lebih terburu-buru. Waktu tersusul kita berkomunikasi, berdiskusi, harus cepat mengambil keputusan karena babak final dan set ketiga. Apalagi itu final Asian Games, kalau menurut saya sangat krusial, jadi memang harus dikomunikasikan,” tutur Leo.
Menurut Leo, mereka berusaha tetap tenang dan memastikan bola masuk lebih dahulu untuk keluar dari tekanan.
“Kita sama-sama berusaha dan komunikasi saja. Yang penting asal bola masuk dulu,” kata Leo.
Setelah meraih dua emas, Leo dan Daniel juga mendapat apresiasi berupa bonus. Keduanya mengaku belum memiliki rencana khusus untuk menggunakan bonus tersebut.
Daniel mengatakan bonus akan lebih dahulu ditabung untuk kebutuhan masing-masing. Sementara Leo memilih menyiapkannya sebagai investasi masa depan.
Leo juga mengaku bersyukur atas pencapaiannya setelah menikah. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai rezeki bagi dirinya, istri, dan keluarga.
“Pastinya Alhamdulillah. Mungkin rezeki juga buat saya dan istri saya dan keluarga saya juga. Jadi saya cukup mengucap syukur Alhamdulillah,” ujar Leo.
Leo menegaskan bonus dan apresiasi yang diterima setelah Asian Games tidak boleh menjadi tekanan tambahan. Ia memilih fokus pada proses latihan dan pertandingan sehari-hari.
Menurutnya, setiap sesi latihan harus dijalani dengan maksimal dan tetap disertai rasa senang.
“Yang penting kita bersiap diri untuk berlatih. Jadi setiap hari kita juga latihan, terus mungkin ada turnamen, jadi kita harus tetap fokus mengikuti yang sehari-harinya itu. Kita harus memaksimalkan dan jadikan hari itu spesial saja,” ucap Leo.
Target Leo/Daniel pun belum berubah. Mereka ingin terus mengejar gelar dan medali emas di ajang-ajang berikutnya, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.
“Tentu pastinya ingin membawa medali dan piala emas terus-menerus dan kita juga nggak mau puas di sini saja. Ini Asian Games juga buat istilahnya batu loncatan buat ke LA 2028,” tutur Leo.
Ia berharap bisa menjaga kondisi dan kelancaran proses persiapan hingga Olimpiade.
“Semoga diberi kesehatan terutama, dan diberi juga kelancaran sampai latihannya. Pokoknya dari segala hal kita harus tetap berusaha dan berdoa,” kata Leo.










