TVRINews, Jakarta
Tunggal Putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah menegaskan komitmennya untuk terus membenahi diri setelah menjadi penentu kemenangan tim beregu putra dalam meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Penampilan debut di ajang olahraga terbesar di Asia itu tidak membuat pebulutangkis yang akrab disapa Ubed tersebut cepat berpuas diri. Ia menyadari masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan seiring padatnya agenda pertandingan ke depan.
"Pastinya saya cukup senang dengan pencapaian di Asian Games ini. Apalagi ini pertama kali saya tampil di Asian Games. Ke depannya masih banyak yang harus saya perbaiki dan saya tambah lagi. Apalagi ke depan masih banyak pertandingan yang harus diikuti dan dipelajari," kata Ubed, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ubed menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah mengalahkan wakil China Weng Hongyang dua gim langsung 23-21, 21-13 pada partai terakhir di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Indonesia bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk menundukkan Tiongkok dengan skor 3-2.
Indonesia lebih dulu kehilangan dua poin melalui Jonatan Christie yang menyerah dari Shi Yu Qi 13-21, 18-21 dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21.
Kebangkitan Indonesia dimulai melalui kemenangan Alwi Farhan atas Li Shifeng 23-21, 15-21, 21-16. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah mengalahkan He Jiting/Liu Yi 23-21, 21-10.
Ubed yang turun sebagai penentu akhirnya menyempurnakan comeback Indonesia sekaligus mencatatkan emas pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games 2026.
Gelar tersebut juga mengakhiri penantian panjang tim beregu putra Indonesia yang terakhir kali meraih emas pada Asian Games 1998, atau 28 tahun sebelumnya.
Di luar pencapaian di lapangan, Ubed juga telah menyiapkan rencana untuk memanfaatkan bonus dan apresiasi yang diterimanya.
Pebulutangkis asal Sampang, Madura, itu berniat menyisihkan sebagian rezekinya untuk orang tua serta membangun sarana olahraga di kampung halamannya.
"Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah. Di Madura, Sampang," tutur Ubed.










